“Dinas Kesehatan Humbahas Tingkatkan Layanan Medis dan Pencegahan Wabah Demi Keselamatan Warga Terdampak Banjir & Longsor”

/ Sabtu, 06 Desember 2025 / 10.26.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-
Gelombang banjir dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra sejak akhir November 2025 menjadi salah satu bencana terbesar dalam dua dekade terakhir.  

"Sebanyak 836 orang dilaporkan meninggal dunia, 2.700 mengalami luka berat, dan 509 warga masih hilang, sementara total 1,47 juta jiwa terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di Sumatera Utara sendiri, dampak kerusakan terbilang parah. 309 warga meninggal, 165 hilang, serta ratusan infrastruktur rusak, mulai dari 271 jembatan, 282 sekolah, hingga ribuan rumah hanyut atau terendam. 

Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menjadi salah satu wilayah yang terpukul, dengan 9 warga meninggal, puluhan rumah rusak, dan sejumlah desa terisolasi akibat longsor yang memutus akses jalan. 

Di tengah krisis ini, Dinas Kesehatan Humbang Hasundutan bergerak cepat memastikan keselamatan masyarakat. Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Alexander Gultom, menegaskan bahwa sejak hari pertama status darurat, seluruh jejaring kesehatan mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga tenaga surveilans epidemiologi langsung diaktifkan.

Lebih lanjut bahwa “Fase pascabencana adalah masa paling rawan, kami wajib mencegah munculnya korban tambahan akibat penyakit,” ujar Alexander Gultom. 

Menurutnya, layanan kesehatan tidak hanya difokuskan pada penanganan korban luka, tetapi juga pencegahan wabah, pemulihan sanitasi, hingga bantuan kesehatan mental di lokasi pengungsian.

Tim medis Humbahas menghadapi medan berat di beberapa desa tidak boleh ada satupun warga yang luput dari layanan medis. "Jika kendaraan tidak bisa masuk, tim kami berjalan kaki mengangkut obat-obatan,” ucapnya .  

Dinas Kesehatan mencatat hingga 5 Desember 2025:

  • 1.284 warga menjalani pemeriksaan kesehatan
  • 652 warga dengan luka ringan & sedang berhasil ditangani
  • 118 kasus ISPA, diare, dan infeksi kulit ditangani khusus
  • 38 ibu hamil mendapat pemeriksaan darurat
  • 12 pasien dirujuk ke RSUD Doloksanggul

"Untuk itu, Dinas Kesehatan Humbahas melakukan langkah intensif : Pembagian 3.200 tablet penjernih air, Distribusi 430 paket alat kebersihan keluarga, Edukasi “Air Bersih Aman” di titik pengungsian

“Lingkungan setelah banjir adalah tempat berkembang biaknya bakteri dan virus. Jika tidak dikendalikan cepat, jumlah korban bisa bertambah.ucapnya dengan tegas.

Bencana besar tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka psikologis. Dinas Kesehatan Humbahas menurunkan tenaga kesehatan jiwa untuk mendampingi: 

"Anak-anak yang kehilangan rumah, Lansia yang mengalami shock, Keluarga korban meninggal atau hilang “Banyak warga mengalami ketakutan berlebih. Kami hadir agar mereka tidak berjuang sendiri, ”ungkapnya.

Untuk menjaga alur bantuan tetap stabil, Dinkes Humbahas memperkuat koordinasi dengan: BNPB, BPBD Sumut, Kementerian Kesehatan, TNI–Polri, Relawan dan lembaga kemanusiaan seperti obat-obatan, makanan bergizi, tenda, selimut, hingga air bersih terus disuplai ke titik terdampak.

Alexander Gultom menegaskan bahwa pelayanan kesehatan akan terus berjalan sepanjang masa pemulihan. “Kami mengajak warga Humbahas menjaga kebersihan, mengikuti arahan tenaga medis, dan segera melapor jika mengalami gejala penyakit. Kita kuat karena saling menjaga,” ujarnya.

Melalui kerja cepat, kolaborasi lintas sektor, dan kepedulian masyarakat, Kabupaten Humbang Hasundutan berupaya memastikan warganya tidak hanya selamat dari dampak fisik bencana, tetapi juga terlindungi dari ancaman kesehatan yang bisa muncul kapan saja selama proses pemulihan. (PS/BN) 

Komentar Anda

Terkini: