POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Di tengah situasi sulit akibat banjir dan longsor yang melanda Humbang Hasundutan, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat tetap aman dan terkendali.
"Bupati Dr. Oloan P. Nababan menegaskan bahwa pemerintah hadir sepenuhnya untuk menenangkan warga, menjaga kebutuhan dasar, dan memastikan pelayanan tetap berjalan.
Sejak akhir November 2025, curah hujan tinggi dan longsor menyebabkan akses jalan menuju Depot Pertamina Sibolga terhambat. Akibatnya, sejumlah SPBU di Humbang Hasundutan mengalami kekosongan sementara.
Namun, dalam semangat “saoloan sahitopan” bersama saling menguatkan pemerintah bergerak cepat memastikan kebutuhan masyarakat tidak terabaikan.
Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga kendaraan penanganan bencana yang masih bekerja keras di lokasi terdampak. Karena itu, pemkab mengambil langkah-langkah strategis agar layanan publik tetap berjalan.
Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan mengirimkan surat resmi kepada Pertamina melalui Nomor 500/3717/ESDA/XI/2025. Isi surat tersebut meminta agar pasokan BBM dialihkan melalui depot terdekat lainnya karena jalur Sibolga terganggu.
Ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan bahan bakar yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat tetap ada di tengah keadaan darurat. “Dalam suasana darurat ini, kami memohon agar pasokan BBM segera dialihkan demi kelancaran penanganan bencana dan keperluan masyarakat,” tulis Bupati. Surat tersebut juga ditembuskan ke Gubernur Sumut dan BPH Migas sebagai bentuk koordinasi resmi dan terstruktur.
Sebagai hasil koordinasi yang intensif, pasokan BBM sementara dialihkan melalui Depot Pematang Siantar. Tidak berhenti di sana, mobil tangki tambahan dari Riau dan Palembang juga sudah bergerak menuju Humbang Hasundutan untuk mempercepat suplai.
Prioritas distribusi diarahkan untuk:
- SPBU di seluruh wilayah Humbahas
- kendaraan ambulans
- mobil logistik pangan
- armada tim penanggulangan bencana
Setiap tahapan distribusi dipantau langsung oleh pemerintah daerah agar tidak ada hambatan tambahan.
Sadar bahwa situasi seperti ini mudah memunculkan kekhawatiran, pemerintah mengimbau warga agar tidak panik atau melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Pemerintah menjamin bahwa pasokan BBM sedang bergerak dan akan kembali normal dalam waktu dekat.
Dalam pengumuman resminya, Bupati menyampaikan pesan beradat yang menyejukkan: “Hita do hita mangalehon holong. Sai marsabar ma hita, marhite kebersamaan. Pemerintah bekerja, hita saling menguatkan. Mauliate… Horas…!”
Pemerintah mengajak masyarakat Humbahas untuk kembali pada nilai-nilai adat yang menjadi dasar kehidupan kita:
1. “Dalihan Na Tolu” Saling Menopang Dalam Kesulitan
Jagalah keharmonisan. Utamakan kebutuhan bersama. Jangan menimbun atau membeli berlebih.
2. “Somba Marhulahula, Elek Marboru, Manat Mardongan Tubu”
Hormati sesama, lembutkan hati kepada yang membutuhkan, dan jaga persaudaraan di tengah masa sulit.
3. “Holong dohot Tangiang” Cinta dan Doa
Mari saling menguatkan dan tetap mendoakan mereka yang masih berjuang di lokasi bencana.
4. Jauhi Hoaks dan Isu yang Memecah
Saring dulu sebelum percaya."Suasana tenang adalah kunci agar pemulihan berjalan cepat.
Dengan langkah cepat pemerintah dan dukungan seluruh masyarakat, Humbang Hasundutan diyakini akan segera pulih dan bangkit lebih kuat. Dalam setiap ujian, kebersamaan dan adat kitalah yang selalu menjadi cahaya. (PS/BN)
