Persiapan Pembangunan Huntara Di Desa Batu Hula Kecamatan Batangtoru
POSKOTASUMATERA.COM | TAPANULI SELATAN —Di tengah luka mendalam akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, secercah harapan perlahan tumbuh yaitu proses pembangunan Hunian Sementara (Huntara ) di Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru Oleh PT.Agincort Resources (AR) Batangtoru sebagai bukti dukungan kepada Pemerintah Daerah dan pusat. Dari tanah yang masih basah oleh lumpur dan puing-puing bencana, hunian sementara (Huntara) mulai dibangun, menjadi tempat berlindung sekaligus simbol awal kebangkitan bagi warga terdampak.
Suasana duka belum sepenuhnya sirna, namun denyut kehidupan kembali terasa. Di antara sisa-sisa reruntuhan, warga, relawan, dan operator alat berat bekerja berdampingan. Tangan-tangan yang lelah berpadu dengan doa dan harapan, menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat Tapanuli Selatan sejak dulu.
Huntara yang dibangun bukan sekadar tenda darurat. Ia menjadi ruang aman tempat keluarga kembali berkumpul, anak-anak beristirahat setelah hari-hari penuh ketidakpastian, dan para orang tua menata ulang harapan akan hari esok. Di dalam kesederhanaannya, hunian sementara itu menghadirkan rasa aman yang lama dirindukan.
Dukungan nyata datang dari PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru. Bersinergi dengan pemerintah daerah dan pusat, PTAR berperan aktif dalam penanganan kemanusiaan pascabencana melalui pematangan lahan, pengerahan alat berat, serta penataan 50 unit tenda hunian sementara bagi warga terdampak di Desa Garoga, Huta Godang, Aek Ngadol, dan Batu Hula.
Bagi warga yang kehilangan rumah atau belum dapat kembali ke tempat tinggalnya, kehadiran Huntara menjadi penguat batin. Meski hidup dalam keterbatasan, aktivitas harian perlahan kembali berjalan. Anak-anak mulai bermain, dapur darurat kembali mengepul, dan kehidupan pelan-pelan menemukan ritmenya kembali.
Tak hanya menyediakan hunian, PTAR juga menurunkan 11 unit alat berat berupa ekskavator dan backhoe loader. Alat-alat ini dikerahkan untuk membuka kembali akses jalan dan jembatan yang tertutup longsor di sejumlah titik vital, seperti Tobotan, Tano Ponggol Angkola Barat, Parsariran Batangtoru, Kampung Durian Angkola Sangkunur, serta Huta Raja Muara Batangtoru.
Material sisa banjir bandang berupa lumpur, kayu, dan bebatuan yang menutup jalan dan pekarangan rumah warga di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol dibersihkan secara bertahap.Setiap tumpukan yang disingkirkan menjadi langkah kecil namun berarti menuju pemulihan kehidupan masyarakat.
Akses antarwilayah pun kembali dibuka. Jalur dari Desa Garoga Tapsel menuju Desa Anggoli Tapteng mulai diperbaiki agar mobilitas warga dan distribusi bantuan berjalan lancar.
Jalan yang kembali terbuka bukan sekadar penghubung geografis, tetapi juga penghubung harapan dan solidaritas antarwarga.
Community Development Manager PT Agincourt Resources, Rohani Simbolon, menyampaikan bahwa saat ini alat berat juga difokuskan di Desa Batu Hula untuk penyiapan lahan Huntara. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Hunian Tetap bagi korban bencana di Dusun Taman Sari, Desa Hapesong Baru, Minggu (21/12/2025).
Ke depan, pembangunan hunian sementara akan dipusatkan di Desa Batu Hula sebagai bagian dari tahapan pemulihan yang berkelanjutan. Di tengah duka akibat bencana, sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha menjadi penopang utama untuk bangkit bersama—membangun kembali rumah, rasa aman, dan masa depan yang sempat terenggut oleh bencana.
(PS/BERMAWI)
