Festival diselenggarakan selama dua hari, 13–14 Desember 2025, dan resmi dibuka pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Kegiatan berlangsung di Kecamatan Baktiraja, salah satu kawasan budaya dan pariwisata unggulan di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Festival ini bertujuan untuk:
- Melestarikan dan mempromosikan seni budaya Batak.
- Memberikan ruang ekspresi bagi seniman lokal dan generasi muda.
- Menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata dan UMKM.
- Mendorong Baktiraja sebagai desa wisata yang mandiri dan berdaya saing.
- Menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan pemersatu masyarakat.
Festival menampilkan berbagai seni tradisional seperti musik Batak, tarian, seni rupa, dan kerajinan khas daerah. Penampilan utama diisi oleh Sanggar Maduma, Sanggar Tari Dalloid, serta pertunjukan dari siswa SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Baktiraja.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Bupati menegaskan bahwa festival budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi wadah strategis untuk memastikan budaya Batak tetap hidup, berkembang, dan diwariskan lintas generasi.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bekerja keras mempersiapkan festival, mulai dari Lambok Simamora, Dewan Kesenian Daerah, komunitas seni, hingga masyarakat Baktiraja.
