Posko Tolang Julu Yang Diterima Langaung Keoala Desa
POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Rentetan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara dalam beberapa waktu terakhir menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi hampir bersamaan tidak hanya merusak lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga memaksa ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan menjalani hari-hari sulit di pengungsian.
Di tengah situasi tersebut, kepedulian sosial menjadi harapan yang menenangkan bagi para korban.Wujud nyata kepedulian itu ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (DPD LIRA) Kabupaten Tapanuli Selatan. Organisasi masyarakat ini turun langsung ke lokasi-lokasi bencana untuk melihat kondisi warga sekaligus memberikan dukungan moral dan bantuan kemanusiaan.
Bincang Bincang Sama Kades Tandihat di posko Pengungaian
Kehadiran DPD LIRA Tapsel menjadi penguat bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan.DPD LIRA Tapsel melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah desa terdampak, mengunjungi posko pengungsian, serta berdialog langsung dengan para korban.
Dalam setiap kunjungan, tim menyerap aspirasi warga, mendengarkan keluhan, dan menyerahkan bantuan berupa sembako sebagai bentuk solidaritas dan empati kepada masyarakat terdampak bencana.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Bupati LIRA Tapanuli Selatan bersama jajaran pengurus DPD LIRA. Selama beberapa hari, tim bergerak menyasar wilayah-wilayah dengan dampak bencana terparah di Kabupaten Tapanuli Selatan, menempuh medan sulit demi memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Warga Desa Aek.Libung Kec.Sayurmatinggi korban rumahnya disapu banjir
Pada hari pertama, Senin (15/12/2025), DPD LIRA Tapsel meninjau lokasi tanah longsor di Desa Pengkolan. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Posko Bencana Sipirok. Di lokasi tersebut, tim menyaksikan langsung kondisi pengungsi yang harus bertahan di tengah keterbatasan, sembari menyerahkan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan harian mereka.
Kegiatan berlanjut pada hari kedua, Selasa (16/12/2025), dengan mengunjungi Posko Pengungsian Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan. Desa ini dinyatakan tidak lagi layak huni akibat retakan tanah dan pergeseran lahan yang membahayakan keselamatan warga. Sebanyak 637 jiwa terpaksa mengungsi dan kini menempati area PTPN III. Suasana haru terasa saat tim DPD LIRA berbincang dengan para pengungsi yang berharap segera mendapatkan kepastian tempat tinggal yang aman.
Salah Seorang Pemgumgsi Tandihat yang Sakit didampingi Kepala desa
Memasuki hari ketiga, Rabu (17/12/2025), DPD LIRA Tapsel meninjau wilayah Kecamatan Batang Toru, tepatnya di Desa Garoga dan Huta Godang. Wilayah ini tercatat sebagai salah satu lokasi terdampak banjir bandang terparah.
Rumah warga, fasilitas umum, hingga akses jalan mengalami kerusakan signifikan. Kunjungan dilanjutkan ke posko dan dapur umum pengungsi di Desa Batu Hula, tempat aktivitas gotong royong masih terus berlangsung.
Tidak berhenti di situ, pada Minggu (21/12/2025), DPD LIRA Tapsel kembali bergerak ke Desa Tolang Jae, Tolang Julu, dan Desa Aek Libung di Kecamatan Sayurmatinggi.
Posko Tolang Jae Kecamatan Sayirmatinggi
Di setiap lokasi, tim bersilaturahmi dengan warga pengungsi dan menyerahkan bantuan donasi sembako sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan.
Melalui gerakan peduli bencana ini, DPD LIRA Tapsel berharap kehadiran mereka dapat sedikit meringankan beban dan duka para korban. Lebih dari sekadar bantuan materi, aksi ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian sosial adalah kekuatan utama dalam menghadapi bencana.
DPD LIRA Tapsel pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan, menumbuhkan empati, dan bersama-sama membantu sesama yang terdampak musibah.(PS/BERMAWI)
Lokasi Anggota LIRA Yang Hanyut



.jpg)

