Kepala SMAN 2 Padangsidimpuan Buka Class Meet: Ajang Kebersamaan yang Menghidupkan Semangat Siswa di Akhir Semester

/ Jumat, 12 Desember 2025 / 10.35.00 WIB

Kepala SMAN 2 P.Sidimpuan Akhiruddin Harahap S.Sos M.Pd buka secara resmi kegiatan Class Meet 

POSKOTASUMATERA.COM — PADANGSIDIMPUAN — Suasana hangat bercampur antusias memenuhi lapangan SMAN 2 Padangsidimpuan pada Jumat pagi, 12 Desember 2025. Ratusan siswa berkumpul dengan wajah penuh harapan ketika Kepala Sekolah Akhiruddin Harahap, S.Sos., M.Pd., membuka secara resmi kegiatan Class Meet, agenda yang setiap tahun dinanti karena selalu menghadirkan kombinasi antara kompetisi, kebersamaan, dan cerita-cerita kecil yang membekas bagi seluruh peserta didik.


Bagi banyak siswa, Class Meet bukan sekadar perlombaan. Ini adalah momen ketika mereka bisa melepas penat setelah satu semester belajar, sambil menunjukkan kemampuan, keberanian, dan kreativitas yang mungkin tak sempat muncul di kelas. Dalam sambutannya, Akhiruddin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung — tentang sportivitas, kerja sama, dan cara menghargai proses. “Anak-anak kita harus merasakan bahwa sekolah bukan hanya tempat mengerjakan tugas, tetapi juga tempat membangun karakter,” ujarnya.


Dua Pembina OSIS, Arida Julianti Nasution dan Zulfahri Nainggolan, turut menegaskan bahwa Class Meet tahun ini dirancang untuk lebih inklusif. Mereka memastikan setiap kegiatan bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga menghadirkan rasa bangga, kebersamaan, serta kesempatan bagi siswa yang mungkin selama ini belum terlihat bersinar dalam kegiatan lain.


Suasana pembukaan semakin meriah ketika sebuah pertandingan eksebisi bulutangkis digelar antara Kepala Sekolah dan Eddy Safrul Nasution. Siswa bersorak riuh mengikuti jalannya permainan yang penuh canda dan tawa, menghadirkan kesan bahwa para guru dan pimpinan sekolah pun siap terlibat dalam keseruan ini. Di sisi lapangan, Guru Olahraga Ryan Handika Lubis memberikan instruksi mengenai keselamatan dan etika bertanding, memastikan bahwa semua agenda berjalan aman dan tertib.


Tidak hanya olahraga, seni juga menjadi panggung besar bagi ekspresi siswa. Kategori Vokal Solo selalu menjadi salah satu ajang yang paling ditunggu. Aturan yang membuka kesempatan bagi peserta baru membuat banyak wajah-wajah segar memberanikan diri tampil. Lagu wajib “Hanya Rindu” hingga pilihan seperti “Bendera” dan “Ketabo-ketabo” mengalun dari panggung, menghadirkan suasana haru, tawa, dan decak kagum yang bergantian muncul dari para penonton.


Zona permainan seperti Rebut Bangku pun tidak kalah ramai. Terlihat gelak tawa ketika musik berhenti secara tiba-tiba dan para peserta berlomba mencari kursi sambil tetap mengingat aturan bahwa semua harus terus bergerak selama musik dimainkan. Bagi siswa, permainan ringan ini justru menjadi ruang sederhana untuk merayakan kegembiraan setelah berbulan-bulan berjibaku dengan tugas dan ujian.


Berbagai pertandingan lainnya — mulai dari Badminton, Fun Run, Futsal, hingga Tarik Tambang — digelar dengan standar keamanan yang ketat. Para siswa tampak saling memberi semangat, bahkan antar kelas yang biasanya bersaing dalam akademik. Kebersamaan itu terasa hangat, seolah seluruh sekolah sedang merayakan satu hal yang sama: semangat muda yang tidak pernah padam.


Untuk memastikan keterlibatan seluruh kelas, sekolah memberlakukan aturan disiplin seperti kewajiban mengirim peserta pada tiap kategori dan denda bagi kelas yang tidak hadir tanpa alasan jelas. Meski tampak tegas, mekanisme ini justru membantu membentuk tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap kegiatan bersama.


Di balik sorak sorai, Class Meet tahun ini kembali menunjukkan bahwa SMAN 2 Padangsidimpuan bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi ruang tumbuh bagi generasi muda — tempat mereka belajar tentang kerja sama, keberanian mencoba hal baru, menghadapi kegagalan dengan elegan, serta merayakan kemenangan dengan rendah hati.


Dengan dukungan kuat dari seluruh warga sekolah, Class Meet 2025 menjadi bukti bahwa pendidikan yang humanis bukan hanya teori, tetapi hadir nyata melalui pengalaman yang menyentuh kehidupan siswa. (PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: