POSKOTASUMATERA.COM-BESITANG-Ketua Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sumatera Utara yang juga Ketua Fraksi DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Desa Bukit Mas, Dusun Aras Napal Kanan dan Dusun Aras Napal Kiri, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga, Selasa (9/12/2025).
Kegiatan tersebut melibatkan TIDAR Sumatera Utara, KESIRA Sumatera Utara, serta PC TIDAR Kabupaten Langkat.
Dalam kegiatan itu, Pengurus TIDAR Sumut menyalurkan berbagai bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak banjir, di antaranya sembako, pakaian layak pakai, popok bayi dan popok lansia, makanan siap saji, roti, serta obat-obatan. Selain penyaluran bantuan logistik, KESIRA Sumut juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh sejumlah dokter yang tergabung dalam KESIRA, dengan fokus pada keluhan yang umum dialami warga pascabanjir, seperti gangguan pernapasan, penyakit kulit, serta keluhan kesehatan lainnya.
Kehadiran langsung Ketua PD TIDAR Sumatera Utara di lokasi banjir sekaligus memastikan bantuan yang diberikan dapat diterima oleh warga secara langsung dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Melalui kegiatan ini, TIDAR dan KESIRA berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir serta memberikan dukungan kesehatan bagi warga di wilayah Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat yang beralamat di Desa Bukit Mas, lokasi yang terisolir Dusun Aras Napal Kiri dan Dusun Aras Napal Kanan.
Warga yang terdampak Dusun Aras Napal Kanan kurang lebih 100 KK Dusun Aras Napal Kiri kurang Lebih 120 KK, Banjir terjadi pada tanggal 28 November 2025 yang lalu mengakibatkan akses jalan darat terputus karena longsor sekitar 2 Km lebih, harus menggunakan alat berat agar akses jalur darat dapat dilalui lagi, listrik sama sekali belum berfungsi atau terputus.
Permintaan warga mohon di bantu perbaikan jalan darat yang terputus oleh longsor, lalu sambungan listrik agar segera berfungsi kembali, setelah itu dimohonkan untuk pembangunan ulang jembatan gantung untuk akses anak anak pergi ke sekolah karena jembatan gantung telah rusak parah akibat banjir yang membawa bongkahan kayu.
Untuk saat ini hanya bisa di lalui oleh sampan atau boat selama 1 jam lebih sekali jalan warga untuk bisa akses ke dusun Aras Napal kanan dan kiri. (PS/REL)
