POSKOTASUMATERA.COM | PADANGSIDIMPUAN — Suasana malam di Desa Hutapadang, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, terasa berbeda dari biasanya. Rabu (24/12/2025) malam itu, lantunan dzikir dan doa mengalun lembut, menyelimuti prosesi baiat 98 murid baru Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia (PPITTNI) yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Di bawah bimbingan langsung Pengasuh Tertinggi PPITTNI, Buya Syekh Muhammad Ali Idris, Silsilah ke-39, para murid duduk tertib, menundukkan kepala, dan menata niat. Wajah-wajah mereka memancarkan harap dan ketulusan, menandai awal perjalanan spiritual dalam menapaki jalan tasawuf yang sarat makna dan pengendalian diri.
Prosesi baiat bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momen batin yang mengikat hubungan antara murid dan mursyid. Dalam keheningan yang penuh makna, setiap murid mengikrarkan komitmen untuk belajar, mengamalkan ilmu, serta menjaga adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Buya Syekh Muhammad Ali Idris menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa tasawuf sejatinya adalah perjalanan memperbaiki diri dan membangun akhlakul karimah, bukan semata-mata amalan lisan.
“Ilmu yang dipelajari harus membuahkan akhlak yang baik. Tasawuf bukan hanya dzikir, tetapi bagaimana kita menjadi manusia yang bermanfaat, rendah hati, dan menjaga persaudaraan,” tutur Buya Syekh dengan suara tenang namun penuh ketegasan.
Kehadiran 98 murid baru dari berbagai latar belakang menjadi cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pembinaan spiritual yang seimbang antara ilmu, iman, dan akhlak. PPITTNI dinilai mampu menjadi ruang pembelajaran yang meneduhkan di tengah dinamika kehidupan modern.
Prosesi baiat ditutup dengan doa bersama. Tangan-tangan terangkat, harapan dipanjatkan, memohon keberkahan, keteguhan hati, serta istiqamah dalam menjalani jalan spiritual ke depan.Malam itu menjadi saksi lahirnya ikatan batin yang kuat dalam satu keluarga besar PPITTNI.
Turut mendampingi Buya Syekh Muhammad Ali Idris dalam kegiatan tersebut, Buya Syekh Muhammad Ipsan Tarman Zuhdi, para Dewan Guru dan Mursyid, serta Ketua DPC PPITTNI Kota Padangsidimpuan, Amas Suchri Rangkuti.
(PS/BERMAWI)
