POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Serah terima obat-obatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) ke Posko Pengungsian Perkebunan Simarpinggan dilaksanakan pada Sabtu (27/12/2025) sebagai bagian dari respons kesehatan terpadu Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) melalui Dinas Kesehatan terhadap kondisi darurat yang dihadapi warga terdampak.
Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan layanan kesehatan dasar bagi para pengungsi secara berkelanjutan dan terukur. Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan menegaskan bahwa distribusi logistik kesehatan merupakan langkah strategis dalam meminimalkan risiko penyakit menular dan gangguan kesehatan lain yang kerap muncul di lingkungan pengungsian.
Ketersediaan obat-obatan esensial dan BMHP dinilai krusial untuk mendukung pelayanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif di lokasi terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Tapsel, dr. Sri Khairunnisa, MH.MKM melalui Admin Kesehatan Bidang Sumber Daya Kesehatan, Ira Nova Siregar, S.Farm., Apt., MKM, menyampaikan bahwa pendistribusian ini telah disesuaikan dengan kebutuhan medis lapangan berdasarkan hasil pemetaan awal tim kesehatan. Obat-obatan yang disalurkan mencakup terapi penyakit infeksi, gangguan pencernaan, pernapasan, serta kebutuhan pertolongan pertama.
Menurut Ira Nova Siregar, pengelolaan logistik farmasi dilakukan dengan prinsip akuntabilitas dan keamanan obat, mulai dari perencanaan, penyimpanan, hingga penyaluran. Hal ini penting untuk memastikan mutu obat tetap terjaga serta dapat digunakan secara efektif dan rasional oleh tenaga kesehatan di posko pengungsian.
Pendistribusian obat-obatan dan BMHP ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, pada situasi bencana maupun darurat sosial.
Selain mendukung pelayanan medis harian, langkah ini juga diharapkan mampu mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit di lingkungan pengungsian. Pendekatan berbasis data dan kebutuhan riil lapangan menjadi landasan utama agar intervensi kesehatan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pemkab Tapsel melalui Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi kondisi kesehatan pengungsi secara berkala. Sinergi lintas sektor, tenaga kesehatan, serta partisipasi masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi kesehatan warga, sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah dalam menghadapi situasi darurat.(PS/BERMAWI)
