Pemkab Humbang Hasundutan Apresiasi Gerak Cepat PLN: Bupati Oloan P. Nababan Tegaskan Pemulihan Kelistrikan adalah Pemulihan Harapan Warga

/ Sabtu, 13 Desember 2025 / 08.09.00 WIB

 



POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Di tengah suasana duka dan kecemasan warga pasca banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Humbang Hasundutan,  sinar harapan mulai perlahan kembali memancar. 

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memberikan apresiasi mendalam kepada PT PLN (Persero) atas upaya cepat, sigap, dan tanpa lelah dalam memulihkan jaringan listrik di wilayah terdampak bencana. 

Pemulihan ini tidak hanya berarti kembalinya penerangan, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas masyarakat serta menyalakan kembali semangat mereka yang tengah berjuang bangkit. 

"Apresiasi ini disampaikan sebagai tindak lanjut dari audiensi PLN kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan pada Selasa, 9 Desember 2025. Laporan monitoring PLN pada Jumat, 12 Desember 2025, pukul 17.00 WIB, menunjukkan hasil yang menggembirakan: mayoritas desa terdampak kini telah kembali terang 100 persen.

Desa Sitapongan (Sijamapolang), Dusun Aek Riman Desa Sihombu dan Desa Sibongkare (Tarabintang), Dusun Sitonong Desa Sampetua (Onan Ganjang), Desa Rura Aek Sopang, Desa Parmonangan, Desa Hauagong, serta Dusun I Desa Panggugunan (Pakkat), seluruhnya telah kembali menikmati suplai listrik normal setelah beberapa hari berada dalam kondisi gelap gulita akibat bencana.

Meski banyak wilayah yang telah dipulihkan, PLN tetap berjuang di satu titik tersulit, yaitu Desa Batunagodang Siatas Kecamatan Onan Ganjang, yang pemulihannya baru mencapai 60 persen. 

Akses jalan yang putus dan rusaknya Jembatan Sipoti membuat mobilisasi alat berat dan material menjadi tantangan besar. Namun pekerjaan terus berlangsung, walaupun harus ditempuh dengan berjalan kaki dan memanggul peralatan secara manual.

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, menyampaikan apresiasi yang bukan hanya bersifat formal, tetapi penuh ketulusan dan keharuan. Dalam situasi yang penuh tantangan, ia menegaskan bahwa kerja PLN merupakan bukti nyata bahwa sinergi dan kepedulian mampu mengatasi keterbatasan apa pun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Oloan memberikan tanggapan yang menyentuh hati: “Di tengah hujan deras, tanah yang masih labil, serta rasa takut yang masih menyelimuti masyarakat kita, para petugas PLN hadir tanpa pamrih. 

Mereka bekerja saat sebagian orang tidur, menembus medan yang licin dan berbahaya, hanya agar warga kita tidak terus berada dalam kegelapan. Ini bukan hanya tugas, tapi panggilan kemanusiaan.”

Beliau menambahkan bahwa kembalinya listrik di desa-desa bukan hanya urusan teknis, melainkan bagian dari pemulihan psikologis masyarakat.

“Saya melihat sendiri bagaimana anak-anak tersenyum ketika lampu di rumah mereka kembali menyala. Saya melihat ibu-ibu meneteskan air mata lega karena bisa kembali memasak, bisa kembali mengisi daya ponsel untuk menghubungi keluarga. Dan saya melihat para orang tua menghela napas panjang, seolah beban mereka sedikit terangkat. Ketika listrik menyala, harapan warga ikut menyala.

Bupati Oloan tidak hanya memberikan instruksi dari kantor. Ia turun langsung meninjau lokasi terdampak, melihat kondisi rumah warga, menenangkan keluarga yang kehilangan harta benda, dan memastikan setiap unsur pemerintah bekerja cepat.

Dalam kunjungannya ke salah satu titik pengungsian, seorang warga lansia menggenggam tangan Bupati sambil berkata, (“Pak Bupati, terima kasih. Hanya lampu kecil saja, tapi bagi kami itu besar sekali artinya.” )

Mendengar itu, Bupati menahan haru dan menegaskan komitmennya: “Pemerintah tidak akan meninggalkan masyarakatnya. Selama saya diberi amanah memimpin daerah ini, saya akan memastikan setiap bencana, setiap kesulitan, kita hadapi bersama.

Bupati menekankan bahwa pemulihan kelistrikan hanya satu dari rangkaian pemulihan menyeluruh yang sedang dilakukan pemkab. Akses jalan yang rusak, jembatan yang terputus, rumah yang terdampak, hingga lahan pertanian yang rusak semuanya dalam agenda penyelesaian pemerintah.

Kami sedang mempercepat pembukaan akses ke Batunagodang Siatas. Itu bukan sekadar membuka jalan, tapi membuka kembali kehidupan dan aktivitas warga. Tidak boleh ada satu pun desa yang tertinggal dalam pemulihan ini.”

Beliau juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, saling membantu, dan memperkuat solidaritas yang selama ini menjadi kekuatan Humbang Hasundutan.

Pemkab Humbang Hasundutan, PLN, TNI–Polri, BPBD, dan masyarakat terus bergotong royong mempercepat pemulihan di lapangan. Bupati Oloan memuji semangat kebersamaan dan solidaritas yang terbangun selama masa sulit ini.

“Bencana ini mengajarkan kita bahwa Humbang Hasundutan adalah satu keluarga besar. Ketika satu desa terguncang, desa lain ikut merasakan. Ketika satu warga terdampak, yang lain ikut membantu. Pemerintah, PLN, dan masyarakat berdiri dalam satu barisan yang sama.”

Dengan kerja sama yang kuat, Bupati optimistis seluruh wilayah terdampak dapat kembali pulih dan masyarakat bisa bangkit lebih kuat dari sebelumnya.

Pemkab Humbang Hasundutan menegaskan kembali bahwa pemulihan listrik adalah bagian penting dari proses pemulihan pasca bencana. Dan berkat kerja keras PLN serta dukungan penuh pemerintah daerah, cahaya kini kembali menerangi banyak rumah warga.

Di tengah bencana yang menyisakan luka, sinar lampu menjadi simbol kebangkitan. Simbol bahwa Humbang Hasundutan tidak menyerah. "Simbol bahwa pemerintah hadir, dan simbol bahwa Bupati Oloan P. Nababan memimpin dengan hati. (PS/BN) 


Komentar Anda

Terkini: