POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Suasana haru menyelimuti kawasan Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (2/12/2025) sore. Di tengah hamparan tanah yang masih basah dan sisa lumpur yang belum sepenuhnya mengering.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menggelar apel gabungan terakhir menandai berakhirnya masa tanggap darurat bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November.
Kegiatan ini menjadi momen penting sekaligus penanda fase baru setelah hampir sepekan lebih seluruh unsur pemerintah, relawan, dan aparat bekerja tanpa henti di lokasi bencana. Selain apel, acara juga diisi pemberian tali asih bagi keluarga korban serta penaburan bunga sebagai simbol penghormatan bagi warga yang menjadi korban.
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, bertindak sebagai inspektur apel. Turut hadir Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty, Kajari Humbahas Donald Togi Joshua Situmorang, MH, Pabung 0210/TU Mayor Arm G. Sebayang, para anggota DPRD, Ketua TP PKK Ny. Erma Oloan Paniaran Nababan, serta unsur BNPB, Basarnas, TNI–Polri, dan berbagai elemen masyarakat.
Hadirnya seluruh unsur tersebut menunjukkan kuatnya koordinasi lintas lembaga dalam penanganan bencana yang sejak hari pertama menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pusat.
Dalam amanatnya, Bupati Oloan Nababan menyampaikan rasa duka mendalam atas hilangnya nyawa warga serta apresiasi bagi seluruh tim yang bekerja dalam situasi sulit. “Hari ini kita berkumpul dengan hati berduka.
Kita mengenang saudara-saudara kita yang menjadi korban musibah longsor, terutama di Desa Panggugunan dan Pulo Godang. Bencana ini merenggut saudara-saudara kita dan meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi keluarga dan bagi kita semua,” ucapnya.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan proses pemulihan pascabencana dan memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak tetap mendapatkan perhatian.
Di tengah proses pencarian yang telah berlangsung lebih dari sepekan, satu warga, Roy Simanullang (19), masih belum ditemukan. Bupati Oloan menyampaikan doa khusus agar keluarga korban diberi kekuatan menghadapi ketidakpastian ini.
“Kiranya Tuhan memberikan ketabahan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan dan yang masih menunggu kabar. Duka ini adalah duka kita bersama,” ujar bupati dalam suasana yang membuat banyak peserta apel menundukkan kepala haru.
Setelah apel, seluruh peserta mengikuti ibadah penghiburan yang dipimpin Pdt. Okuli Sitohang, S.Th. Ibadah berlangsung khusyuk di tengah suasana alam yang masih menyisakan bekas bencana.
Puncak acara ditutup dengan penaburan bunga dan pemberian “Boras Sipirni Tondi” kepada keluarga korban. Ritual adat tersebut melambangkan penguatan roh dan dukungan moral bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga.
Di antara air mata keluarga dan relawan yang menyaksikan prosesi tersebut, suasana haru menyatu dengan rasa saling menguatkan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terakhir, tetapi juga menandai masuknya wilayah Pakkat ke fase pemulihan jangka pendek.
Pemerintah daerah bersama BNPB dan instansi terkait dipastikan akan melanjutkan perbaikan infrastruktur darurat, pendataan kerusakan, hingga penyiapan bantuan lanjutan bagi warga terdampak.
Dengan berakhirnya masa tanggap darurat, Pemkab Humbang Hasundutan berharap seluruh pihak tetap solid untuk menghadapi tahap-tahap pemulihan berikutnya. (PS/BN)




