PPITTNI Gelar Zikir Akbar dan Doa Bersama: Menguatkan Hati, Menyatukan Doa untuk Negeri yang Dilanda Bencana

/ Rabu, 10 Desember 2025 / 15.48.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN — Di tengah duka yang menyelimuti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh akibat beruntun bencana alam dalam beberapa pekan terakhir, Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia (PPITTNI) memilih langkah yang menyejukkan hati: mengumpulkan jamaah, menyatukan doa, dan mengetuk pintu langit melalui Zikir Akbar dan Doa Bersama, Kamis (11/12/2025), di Barak Kopjend 37, Kelurahan Losung Batu, Kota Padangsidimpuan.


Deru hujan ekstrem, banjir, dan longsor yang merenggut rumah serta nyawa warga meninggalkan luka mendalam. Di tengah situasi itu, PPITTNI tampil sebagai ruang penguatan batin bagi masyarakat. Tidak dengan keramaian acara atau iring-iringan seremonial, namun dengan munajat khusyuk yang memohon perlindungan bagi negeri.


Pelukan Spiritual untuk Negeri yang Sedang Terluka

Pengasuh Tertinggi PPITTNI, Buya Syekh Muhammad Ali Idris, menyerukan ajakan penuh empati kepada seluruh keluarga besar PPITTNI di Sumut, Sinaboy, dan Tangga Batu. Ajakan itu bukan sekadar menghadiri acara, melainkan membangun gelombang doa yang menyatukan harapan banyak hati yang sedang diuji bencana.


“Kami mengajak seluruh keluarga besar PPITTNI untuk bersatu dalam zikir dan doa. Semoga Allah SWT memberikan keselamatan bagi bangsa dan menolong saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ungkap Buya Ali Idris dengan nada haru yang menggambarkan besarnya kepedulian beliau.


Ajakan tersebut ditujukan kepada para Buya Syekh, Syekh Muda, Dewan Guru, Dewan Mursyid, DPP hingga DPC PPITTNI se-Sumut agar turut hadir dan memakmurkan majelis tersebut.


Menghadirkan Kebersamaan di Saat Banyak yang Terpisah oleh Bencana

PPITTNI tidak hanya mengundang internal jamaah. Masyarakat umum, tokoh masyarakat, hingga para kepala daerah — termasuk Wali Kota dan para Bupati — juga diharapkan hadir untuk bersama-sama menguatkan moral para korban bencana. Bagi PPITTNI, doa bukan hanya seruan spiritual, tetapi bentuk solidaritas yang merangkul mereka yang tengah kehilangan.


Bencana, bagi PPITTNI, bukan hanya fenomena alam, tetapi panggilan untuk mempertebal empati.


Susunan Kegiatan yang Menyentuh Batin

Acara akan diisi dengan rangkaian ibadah yang terstruktur dan penuh kekhusyukan, antara lain:


Shalat Magrib berjamaah dilanjutkan wirid, zikir, dan doa bersama;

Shalat Isya berjamaah, kemudian wirid, zikir, dan doa;

Shalat Sunat Hajat, Tobat, dan Witir, diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan negeri.

PPITTNI juga mengimbau seluruh jamaah hadir sebanyak mungkin. Mereka yang memiliki jas PPITTNI diminta mengenakannya sebagai simbol persatuan dan identitas perjuangan batin.


Menyalakan Harapan dari Ruang Zikir

Di tengah ketidakpastian cuaca dan meningkatnya angka pengungsi, kegiatan ini diharapkan menjadi lentera spiritual yang menguatkan banyak jiwa. Zikir, yang dilantunkan bersama, diyakini akan menghadirkan ketenangan dan membuka pintu pertolongan bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi cobaan.


PPITTNI menegaskan bahwa upaya memohon keselamatan bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga tertentu, melainkan amanah bersama sebagai bangsa yang saling membutuhkan.


Dengan harapan yang sama, doa yang sama, dan langkah yang sama, PPITTNI ingin memastikan bahwa di balik gelapnya bencana, selalu ada cahaya doa yang terus menyala.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: