Trauma Pascabencana Menguat, Bupati Tapsel Siapkan Relokasi Warga Dusun Lobu Uhom Desa Panobasan Lombang

/ Senin, 29 Desember 2025 / 19.27.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM | TAPSEL — Suasana Dusun Lobu Uhom, Desa Panobasan Lombang, Kecamatan Angkola Barat, tak lagi sama. Di balik hamparan alam yang tampak tenang, tersimpan kecemasan mendalam warga yang hidup dalam bayang-bayang bencana. Dua kali banjir bandang dan longsor dalam sebulan terakhir meninggalkan luka fisik sekaligus trauma psikologis yang sulit terhapus.

Minggu (28/12), Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu hadir langsung ke tengah warga. Didampingi Sekretaris Daerah, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Kepala Desa Panobasan Lombang, kunjungan itu menjadi simbol kehadiran negara di saat warga dilanda ketakutan dan ketidakpastian.


Sejak bencana susulan terjadi pada 26 Desember 2025, rasa aman seolah sirna. Malam-malam panjang dilalui warga dengan kecemasan, setiap suara hujan memicu ingatan akan derasnya air dan longsoran tanah. Anak-anak sulit tidur, sementara para orang tua hidup dalam kegelisahan akan keselamatan keluarga mereka.


Dampak bencana terus meluas. Sebanyak 157 Kepala Keluarga dari Dusun Lobu Uhom terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke Desa Simatohir. Pengungsian dilakukan bukan sekadar untuk menyelamatkan harta, melainkan demi menjaga nyawa, karena kondisi tanah dan lingkungan dinilai semakin tidak stabil dan berisiko tinggi.


Di hadapan warga, Bupati Tapsel menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata sejak awal. Bahkan sebelum bencana terakhir, Badan Geologi telah merekomendasikan agar kawasan Dusun Lobu Uhom tidak lagi dihuni secara permanen. Karakteristik geologis wilayah tersebut dinilai sangat rentan terhadap pergerakan tanah dan banjir bandang, sehingga keselamatan warga menjadi taruhan utama.


Berangkat dari kondisi tersebut, Pemkab Tapsel menyiapkan langkah relokasi permanen sebagai solusi jangka panjang. Relokasi tidak hanya direncanakan bagi warga Dusun Lobu Uhom, tetapi juga Dusun Aek Rambangan, Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur—dua wilayah yang sama-sama berada di zona rawan bencana.


Di tengah upaya tersebut, tantangan besar masih membayangi. Ketersediaan lahan aman untuk pemukiman baru sangat terbatas. Berdasarkan pemetaan awal, kawasan perkebunan PTPN IV Hapesong Baru menjadi satu-satunya lokasi yang dinilai relatif aman. Pemerintah daerah pun berharap adanya dukungan dan komitmen dari PTPN IV, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar relokasi berjalan terencana, berkelanjutan, dan berpihak pada keselamatan masyarakat.


Bagi warga Dusun Lobu Uhom, relokasi bukan sekadar pindah tempat tinggal. Ia adalah harapan untuk memulai hidup baru tanpa rasa takut, untuk anak-anak yang bisa kembali bermain tanpa bayang-bayang bencana, dan untuk masa depan yang lebih aman. Di tengah duka dan trauma, secercah harapan itu kini mulai tumbuh.

(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: