POSKOTASUMATRA.COM - ACEH TENGGARA — Sejumlah wali murid mengeluhkan kebijakan penyaluran program MBG (Makanan Bergizi Gratis) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Aceh Tenggara yang dinilai tidak fleksibel dan kurang transparan. Senin (29/12/2025)
Keluhan muncul karena MBG tidak dapat diwakilkan untuk diambil oleh orang tua atau keluarga saat siswa berhalangan hadir, sehingga bantuan tersebut tidak diterima oleh murid yang seharusnya berhak.
Beberapa wali murid menyampaikan bahwa anak mereka tidak dapat hadir ke sekolah karena alasan tertentu, seperti sakit atau keperluan keluarga. Namun, saat wali murid berinisiatif untuk mengambil MBG sebagai perwakilan, pihak sekolah tidak mengizinkan dengan alasan aturan program.
“Anak kami memang tidak masuk sekolah hari ini, dikarenakan masih libur, tapi makanan bergizi tersebut kan hak anak. Kami hanya ingin mengambil supaya tidak terbuang, tapi tidak boleh,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa kepada poskotasumatra.com, Senin (29/12/2025).
Selain itu, wali murid juga mempertanyakan ke mana MBG yang tidak dibagikan tersebut. Mereka khawatir makanan yang sudah disiapkan justru terbuang sia-sia atau tidak disalurkan sesuai peruntukannya.
“Kami ingin kejelasan, apakah makanan itu dibuang, disimpan, atau diberikan kepada pihak lain. Jangan sampai bantuan dari pemerintah ini tidak tepat sasaran,” tambah wali murid lainnya.
Para wali murid berharap ada kebijakan yang lebih bijak dan transparan dari pihak terkait, terutama dalam kondisi tertentu ketika siswa tidak dapat hadir. Mereka juga meminta agar pemerintah dan pihak sekolah melakukan evaluasi agar tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak, benar-benar tercapai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para wali murid tersebut. (PS/AZHARI)
