Bupati Tapsel Buka KETABO Seri I, Tegaskan Manajemen Talenta ASN Tanpa Sekat Marga

/ Jumat, 16 Januari 2026 / 14.07.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN — Bupati Tapanuli Selatan H.Gus Irawan  Pasaribu secara resmi membuka Zoom Meeting KETABO (Kepegawaian Tapanuli Selatan Bimbingan Online) Seri I yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Kamis (15/01/2026). 


Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam penguatan tata kelola sumber daya aparatur yang adaptif, objektif, dan berbasis kompetensi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
KETABO Seri I yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tapanuli Selatan diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kecamatan se-Kabupaten Tapanuli Selatan. Melalui platform daring, kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan integritas ASN dalam mendukung agenda reformasi birokrasi.


Dalam arahan dan bimbingannya, Bupati menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta bertujuan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh ASN dalam pengembangan karier, tanpa membedakan latar belakang sosial, marga, maupun kedekatan personal.

 Menurutnya, sistem ini dirancang untuk memastikan setiap individu dinilai secara objektif berdasarkan kompetensi, kinerja, dan potensi yang terukur.
“Tujuan sesungguhnya adalah agar setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Bukan berdasarkan marga. Sejak awal saya konsisten mendorong lahirnya Peraturan Bupati tentang manajemen talenta,” tegasnya.

 Ia menjelaskan bahwa visi dan misi pembangunan Tapanuli Selatan yang tertuang dalam Pancacita, khususnya poin keempat tentang reformasi birokrasi, merupakan kerangka konseptual yang disusun untuk membangun sistem pemerintahan yang profesional dan berdaya saing.

Bupati menambahkan, manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi dan menempatkan calon-calon terbaik dalam berbagai posisi strategis di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. “Saya tidak mungkin mengenal satu per satu seluruh ASN. Dengan sistem ini, kita bisa memperoleh sumber daya manusia terbaik untuk mengisi jabatan sesuai kebutuhan organisasi dan tantangan pembangunan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komunikasi, sinergi, serta sosialisasi yang masif terkait manajemen talenta. BKD diminta berperan sebagai leading sector untuk terus mendorong dan mengedukasi ASN agar memanfaatkan sistem tersebut sebagai sarana pengembangan diri yang terencana dan berkelanjutan. “Ini adalah implementasi janji kampanye saya. Kita ingin Tapsel bangkit dengan menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat, sesuai minat dan kompetensinya,” katanya.

Dalam perspektif kinerja, Bupati menjelaskan bahwa capaian ASN dapat diukur dari performa nyata, sementara potensi dapat terus ditingkatkan melalui pengalaman kerja. Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran paling efektif di dunia kerja adalah melalui praktik langsung. Ketepatan waktu, kualitas hasil kerja, dan konsistensi menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan pimpinan serta meningkatkan produktivitas organisasi.

Ia juga mengaitkan peningkatan kualitas ASN dengan dampaknya terhadap pembangunan daerah. Sebagai contoh, sektor pertanian yang selama ini menjadi penyumbang terbesar PDRB Tapanuli Selatan tengah menghadapi tantangan akibat bencana banjir dan longsor.
( PS/BERMAWI)
Komentar Anda

Terkini: