POSKOTASUMATERA.COM | TAPSEL — Respons cepat dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh jajaran aparatur Kecamatan Marancar dalam menangani kerusakan jembatan penghubung antardesa yang terjadi setelah dilintasi truk pengangkut bantuan sembako. Di bawah terik matahari, dengan peralatan sederhana, para aparatur turun langsung ke lapangan demi memastikan akses vital masyarakat tetap berfungsi.
Kerusakan jembatan tersebut sempat memicu kekhawatiran warga, mengingat infrastruktur itu merupakan jalur utama mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, serta distribusi bantuan sosial.
Secara teknis, beban kendaraan yang melampaui daya dukung struktur jembatan diduga menjadi faktor utama penurunan kualitas konstruksi.
Menanggapi kondisi tersebut, Pegawai Kantor Camat Marancar bergerak cepat tanpa menunggu proses birokrasi yang panjang.
Upaya perbaikan darurat dilakukan melalui pengecoran pada bagian jembatan yang mengalami kerusakan, sebagai langkah awal untuk memulihkan fungsi dan keamanan akses bagi masyarakat.
Sekretaris Camat Marancar, Hamonangan Ritonga, menegaskan bahwa kekompakan aparatur menjadi kunci utama dalam pelaksanaan gotong royong tersebut. Menurutnya, jembatan bukan sekadar sarana fisik, melainkan elemen strategis yang menopang keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Sementara itu, Camat Marancar Hj.Rosnanni Pasaribu S
Pd MM menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan administratif, tetapi juga melalui tindakan nyata di lapangan.
“Ketika akses masyarakat terganggu menuju Kantor Camat, maka kewajiban kami adalah hadir dan bertindak. Infrastruktur seperti jembatan memiliki peran krusial dalam mendukung aktivitas sehari-hari warga,” ujarnya.
Kegiatan gotong royong ini mencerminkan penerapan nilai-nilai pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Tidak ada sekat antara jabatan dan tanggung jawab; seluruh aparatur menyatu dalam satu tujuan, yakni menjaga keberlangsungan akses dan keselamatan warga.
Warga sekitar menyambut baik langkah cepat pemerintah kecamatan tersebut. Kekhawatiran yang sempat muncul perlahan berubah menjadi rasa lega setelah jembatan kembali dapat dilalui, sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan sembako dapat berjalan normal.
Pemerintah Kecamatan Marancar berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya terkait pengawasan kendaraan bermuatan berat yang melintasi infrastruktur publik. Lebih dari itu, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa gotong royong, kepedulian, dan kehadiran negara di tingkat akar rumput tetap menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
(PS/BERMAWI)
