POSKOTASUMATERA.COM - PASAMAN - Kasus dugaan penganiayaan brutal terhadap seorang lansia bernama Saudah (67), warga Lubuak Aro, Jorong VI, Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, viral di media sosial dan menyita perhatian publik. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Sungai Batang Air Sibinail pada Kamis (1/1/2026) lalu.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan nyaris meninggal dunia. Berdasarkan keterangan korban dan keluarga, kejadian bermula saat Nenek Saudah mendatangi lahan miliknya pada siang hari.
Korban menduga lahan tersebut telah diserobot oleh oknum yang melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI). Aktivitas penambangan tersebut sempat ditegur dan berhenti, namun kembali berlangsung pada malam hari.
Pada malam harinya, korban kembali mendatangi lokasi seorang diri dengan membawa senter untuk meminta aktivitas tersebut dihentikan. Namun setibanya di lokasi, korban justru diserang oleh orang tak dikenal.
Anak korban, Iswadi Lubis, mengatakan, “Ibu saya datang sendirian ke lokasi. Tiba-tiba diserang orang tak dikenal, dipukul dan dilempar batu hingga mengenai wajah. Setelah jatuh, ibu masih terus dipukuli,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Setelah ibu tidak berdaya, ia diduga diseret dan dibuang ke semak-semak. Dalam kondisi luka parah, ibu sempat pulang ke rumah sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Rao,” lanjut Iswadi.
Saat ini, Nenek Saudah masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping. Korban mengalami memar di bagian mata, luka robek di kepala dan wajah, serta mengeluhkan nyeri di sekujur tubuh dan pusing.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Fion J. Hayes, S.H., M.M., menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada pelaku yang diamankan.
“Belum ada yang diamankan terkait pelaku. Kami masih mendalami dan sudah dua hari di lapangan tanpa tidur. Kami berupaya bagaimana situasi bisa aman. Kasus ini akan terungkap, Nanti saya yang menghubungi langsung terkait perkembangan kasus ini.” ujar AKP Fion kepada Redaksi poskotasumatera.com, Senin (5/1/2026).
Perkembangan kasus ini turut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
“Saya meminta agar para pelaku segera ditangkap tanpa pandang bulu,” tegas Wagub Vasko.
Usai Apel Gabungan ASN di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (5/1/2026), Wagub Vasko langsung menemui Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.
Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Kapolda Sumbar menghubungi Kapolres Pasaman untuk memastikan perkembangan kasus.
Dalam komunikasi itu, Kapolres Pasaman melaporkan, “Kami telah mengantongi enam nama terduga terkait kasus ini,” ujar Kapolres kepada Kapolda.
Kapolda Sumbar menegaskan agar penindakan dilakukan secara cepat dan tegas.
“Kalau bisa hari ini langsung ditangkap. Saya malu kalau kasus ini tidak bisa diproses,” tegas Kapolda.
Sementara itu, Wagub Vasko kembali menegaskan agar proses hukum dipercepat tanpa adanya intervensi.
“Siapa pun backing-nya, tangkap saja. Ini sudah terlalu kurang ajar,” tegasnya. (PS/210)
