POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN Deli-Peristiwa kebakaran besar melanda pabrik selop Swalow GMP yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, kawasan Bryan, pada Selasa malam, 27 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Api yang berkobar hebat menghanguskan hampir 80 persen area gudang beserta seluruh isi di dalamnya, menimbulkan kerusakan parah dan kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Hingga Rabu dini hari, api dilaporkan masih belum sepenuhnya padam di sejumlah titik, lantaran material mudah terbakar di dalam gudang serta luasnya area terdampak. Petugas pemadam kebakaran terus berjibaku di lokasi untuk mengendalikan sisa-sisa kobaran api agar tidak kembali membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian, sementara puing-puing bangunan dan sisa barang produksi berserakan di area pabrik. Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, dibantu aparat kepolisian dan personel keamanan guna mengamankan lokasi serta mengatur lalu lintas di sekitar kawasan terdampak.
Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Aparat kepolisian bersama tim forensik akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah kondisi dinyatakan aman.
Seorang petugas keamanan (satpam) yang berada di lokasi saat kejadian mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber api. Ia menyebutkan bahwa kobaran api muncul secara tiba-tiba dari dalam gudang dan dengan cepat menyambar barang-barang di sekitarnya.
“Kami tidak tahu asal api dari mana. Tiba-tiba kami lihat di dalam gudang sudah ada api yang langsung membesar dan cepat menyambar,” ujar satpam tersebut kepada awak media.
Situasi semakin memprihatinkan setelah muncul informasi awal mengenai adanya korban dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut belum pasti, masih menunggu hasil verifikasi resmi dari pihak berwenang dan tim evakuasi.
Tim medis dan petugas gabungan saat ini terus melakukan upaya pencarian dan pendataan , sembari memastikan tidak ada pekerja yang masih terjebak di dalam area pabrik yang terdampak kebakaran.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian demi menjaga keselamatan serta memberi ruang bagi petugas dalam menjalankan proses pemadaman dan penyelidikan.
Peristiwa ini menjadi salah satu insiden kebakaran industri terbesar di awal tahun 2026 dan menyita perhatian publik secara nasional. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan kerja dan sistem proteksi kebakaran di kawasan industri guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran serta memastikan data korban dan total kerugian secara resmi.
( PS/M.F )


