![]() |
| Foto bersama pasca kegiatan penutupan PPL FKIP Universitas Malikussaleh di ruang kerja Kepala Madrasah MTsN 2 Aceh Utara. FOTO | DAHLAN AMRY |
POSKOTASUMATERA.COM | ACEH UTARA --Proses Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bukan sekadar pemenuhan SKS bagi mahasiswa FKIP Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Lebih dari itu, ia adalah jembatan yang menghubungkan teori akademis dengan realitas di ruang kelas. Demikian dikatakan Dra, Ainol Mardiah Kepala Bidang Kurikulum, tadi pagi diruang Kepala Madrasah MTsN 2 Aceh Utara.
Dia mengungkapkan, menandai berakhirnya masa praktik tersebut, sebuah pesan penuh apresiasi dan permohonan maaf disampaikan sebagai bentuk refleksi diri.
Apresiasi Tanpa Batas untuk Bapak/Ibu Pamong salah satu poin sentral dalam perjalanan mahasiswa PPL adalah kehadiran Bapak dan Ibu Pamong. Merekalah sosok yang berada di garis depan, membimbing, dan berbagi ruang kelas setiap hari.
"Terima kasih banyak kepada Bapak dan Ibu Pamong yang setiap hari selama proses PPL ini telah meluangkan waktu dan sabar menghadapi mahasiswa-mahasiswa kami," ungkapnya dalam sambutan tersebut.
Sementara itu, Perwakilan Unimal Rani Ardesi Pertiwi, S.Pd., M.Pd. mengatakan, Mahasiswa menyadari bahwa bimbingan ini sering kali menambah beban kerja para pamong, namun dedikasi tersebut menjadi bekal berharga bagi calon pendidik masa depan.
Pihaknya sangat berterimakasih kepada Kepala Madrasah yg telah membimbing serta menjaga silaturahmi melalui kerendahan hati
Dalam interaksi yang intens selama berbulan-bulan, tidak dipungkiri terdapat berbagai kekhilafan.
Untuk itu, sambung Rani, Melalui momen ini, pihak mahasiswa dan universitas menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas segala tindakan, ucapan, maupun sikap—baik yang disengaja maupun tidak—yang mungkin kurang berkenan di hati para tenaga pendidik di Madrasah mitra.
Lebih lanjut Dia mengatakan, memperkuat jejaring kerja sama lebih dari sekadar tugas akhir, program PPL ini dipandang sebagai pintu pembuka bagi kolaborasi yang lebih luas.
Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, khususnya FKIP, berharap hubungan yang telah terjalin dengan Madrasah mitra dapat terus berkembang.
"Dengan adanya PPL ini, kita membuka jaringan kerja sama yang lebih kuat antara akademisi dan praktisi di lapangan." Ujarnya.
Penutup yang Hangat acara ini juga diwarnai dengan momen penuh kekeluargaan, seperti yang disampaikan oleh Ibu Rani Ardiansyah dan rekan-rekan lainnya.
Harapannya, semangat belajar yang dibawa mahasiswa tidak berhenti saat masa PPL berakhir, melainkan menjadi awal dari karier keguruan yang gemilang. (PS/DAMRY)
