![]() |
| Terlihat para Kepala Madrasah dan jajaran ASN di Aceh Utara yang sedang mengikuti Rakor untuk tahun 2027 mendatang. FOTO | DAHLAN AMRY |
POSKOTASUMATERA.COM | ACEH UTARA --Membangun sebuah daerah, khususnya dalam sektor pendidikan dan layanan keagamaan, tidak bisa dilakukan dengan langkah sendiri-sendiri. Diperlukan keselarasan gerak antara pimpinan wilayah dengan tingkat kabupaten/kota. Inilah pesan kunci yang ditekankan dalam sambutan Kanwil Aceh melalui Kabag Tata, Ahmad Yani, S.Pd.I pada arahannya tadi pagi melalui zoom.
Ahmad Yani menyampaikan hal itu sedang saat bertolak kembali dari Jakarta khusus nya bagi para kepala madrasah dan jajaran ASN di Aceh Utara yang sedang mengikuti Rakor untuk tahun 2027 mendatang.
Dia menjelaskan tiga pilar utama untuk membawa Aceh Utara bangkit dari tantangan adalah dengan meningkatkan solidaritas yaitu Satu Frekuensi dan Satu Komando.
Kekuatan sebuah lembaga terletak pada koordinasi dapat terwujud. Jika semua elemen bergerak dalam satu "frekuensi" dan satu "komando", segala hambatan teknis maupun kendala di lapangan niscaya dapat dikendalikan.
Oleh karena, lanjut Dia, Kebersamaan ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi untuk menyelesaikan masalah seberat apa pun. Di samping itu, manajemen SDM, Kepentingan Lembaga di Atas Segalanya
Terkait mutasi atau pelepasan ASN ke instansi lain, kebijakan yang diambil haruslah bijak dan terukur. Harapan besar ditaruh pada proses klasifikasi yang ketat terhadap Prioritas Kebutuhan Sebelum melepas personil, kebutuhan internal lembaga (seperti guru dan pegawai KUA) harus terpenuhi terlebih dahulu.
Ahmad Yani mengungkapkan keseimbangan Kuota perlu di perhatikan jangan sampai pelepasan pegawai justru menciptakan kekosongan fatal yang melumpuhkan pelayanan.
Data Akurat, Tanpa Anomali
Di era digital, data adalah nyawa dari administrasi. Peringatan keras diberikan agar tidak ada lagi data anomali di Aceh Utara. Kedekatan sebagai rekan sejawat dan sahabat jangan sampai membuat kita lengah terhadap aturan.
"Semakin dekat pertemanan, seharusnya semakin profesional tanggung jawab kita agar tidak ada pihak yang harus menerima sanksi (punishment) di kemudian hari." Ujarnya.
Kita perlu menatap masa depan Regenerasi dan Promosi. Tantangan administrasi ke depan akan semakin kompleks. Dengan adanya potensi pensiun massal dan kekosongan jabatan pada tahun 2027, Aceh Utara kini fokus pada
Promosi Kader Muda dengan Memberi ruang bagi golongan 3D ke atas untuk naik ke jenjang lebih tinggi. Penyederhanaan sistem seperti ini lanjut Dia mempraktikkan pola kerja yang efektif agar energi tidak habis untuk urusan birokrasi yang berbelit.
Untuk itu persiapan "Bank Data": Memastikan kader-kader terbaik sudah siap secara kompetensi sebelum masa transisi kepemimpinan terjadi.
Ahmad Yani berharap, Aceh Utara harus bangkit setelah berbagai musibah yang melanda. Dengan introspeksi diri, penguatan integritas data, dan regenerasi yang sehat, visi untuk memajukan daerah bukan lagi sekadar impian, melainkan rencana yang sedang dieksekusi. (PS |DAMRY)
