![]() |
| Kepala Madrasah MTsN 2 Aceh Utara H Sulaiman Hasyim, S. Ag MH. menerima bantuan dari MGMP IPS Nasional yang diserahkan oleh Ibu Noormala. FOTO | DAHLAN AMRY |
POSKOTASUMATERA.COM | ACEH UTARA -- Di tengah rangkaian bencana yang melanda berbagai wilayah Indonesia sepanjang Desember hingga Januari—mulai dari Aceh, Jawa, Yogyakarta, hingga Bandung—muncul sebuah gerakan hangat dari para pendidik.
Demikian dikatakannya oleh Noormala, SHi, MM saat menyampaikan bantuan ke MTsN 2 Aceh Utara, Kamis tanggal 27 Januari 2026, pagi tadi.
Dia mengungkapkan hasil Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Nasional hadir menyalurkan program "Tali Asih", sebuah inisiatif perdana yang difokuskan untuk membantu madrasah-madrasah yang terdampak musibah bencana banjir bandang.
Bukan sekadar angka tapi berbeda dengan bantuan umum, program ini mengedepankan prinsip kebutuhan spesifik. MGMP IPS Nasional memahami bahwa setiap madrasah memiliki keperluan unik untuk memulihkan kegiatan belajar mengajar. Katanya.
Noormala, mewakili MGMP IPS Nasional untuk Aceh lanjutnya, salah satu bukti nyatanya adalah bantuan untuk MTsN 2 Aceh Utara. Alih-alih hanya memberikan bantuan logistik umum, donasi diwujudkan dalam bentuk tikar Sepanjang 20 Meter, kitab yasinan dan buku lainya.
Dia merasa bangga bantuan dapat langsung di terima oleh Kepala Madrasah MTsN 2 Aceh Utara yakni bapak H Sulaiman Hasyim, S. Ag MH.
Sarana krusial untuk menunjang kegiatan literasi pagi dan pembacaan Yasin bersama setiap hari Jumat. Selain Uang Tunai & Perlengkapan Ibadah seperti mukena dan sarung untuk mendukung aspek spiritual siswa dan guru juga di berikan.
Harapan Besar di Balik Program Perdana
Program ini menandai langkah awal MGMP IPS Nasional dalam menunjukkan kepedulian sosial yang nyata. Harapan besarnya adalah agar barang-barang yang didonasikan tidak hanya menjadi pajangan, tetapi benar-benar diaplikasikan sesuai keperluan mendesak di madrasah terkait. "Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ujarnya.
Noormala, yang juga guru di MTsN 2 Aceh Utara, seraya memohon doanya agar ke depan MGMP IPS Nasional tetap bisa berbagi, bukan hanya saat bencana alam, tapi juga dalam peningkatan mutu edukasi lainnya." Katanya.
Sinergi tanpa batas, meski baru pertama kali dilaksanakan, antusiasme dan dampak yang dirasakan di lapangan menjadi bahan bakar semangat bagi organisasi ini.
Di akhir acara, Gerakan ini membuktikan bahwa guru IPS tidak hanya mengajarkan tentang interaksi sosial di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkannya secara nyata melalui aksi kemanusiaan di seluruh penjuru negeri. Ujarnya mengakhiri wawancara singkat dengan Media ini. (PS/DAMRY).
