MusrenbangDes Parsalakan 2027 Tekankan Skala Prioritas Pembangunan Berbasis Pertanian, Kesehatan, dan SDM

/ Jumat, 30 Januari 2026 / 15.58.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL Pemerintah Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Tahun Anggaran 2027 pada Rabu (30/10/2025). Forum tahunan ini menjadi instrumen strategis dalam merumuskan arah pembangunan desa secara partisipatif, berbasis kebutuhan riil masyarakat, serta selaras dengan kebijakan pembangunan daerah, provinsi, hingga nasional.


MusrenbangDes tersebut dihadiri Camat Angkola Barat Muhammad Tohir Pasaribu, S.Sos, Kepala Desa Parsalakan Surya Darma Siregar, S.E., unsur BPD, perangkat desa, kelompok tani, kepala sekolah, pendamping pertanian kecamatan, kader KB, bidan desa, serta tokoh masyarakat. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.


Kepala Desa Parsalakan Surya Darma Siregar, S.E. menegaskan bahwa MusrenbangDes merupakan agenda rutin tahunan yang harus dimaknai secara substansial. Ia mengakui masih terdapat usulan masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya yang belum seluruhnya terakomodasi, mengingat keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mengusulkan program secara selektif dan berbasis skala prioritas, dengan sumber pendanaan yang berasal dari APBD Kabupaten Tapanuli Selatan, APBD Provinsi, serta APBN.

Dari sektor pertanian.


 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Rahmad menyampaikan komitmennya dalam mendukung percepatan swasembada pangan di Desa Parsalakan. Fokus pengembangan diarahkan pada komoditas strategis seperti padi, jagung, cabai, dan bawang merah. Ia menekankan pentingnya penguatan kerja sama antara kelompok tani dan pendamping pertanian, termasuk dalam penyelesaian permasalahan teknis di lapangan, penyediaan sarana produksi, serta peningkatan kapasitas petani.


Sementara itu, Camat Angkola Barat Muhammad Tohir Pasaribu, S.Sos menjelaskan bahwa Dana Desa (DD) memiliki ruang lingkup penggunaan yang cukup luas, mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), penurunan stunting, penanganan bencana alam, pembangunan infrastruktur padat karya, hingga penguatan koperasi desa. Dengan pagu Dana Desa Parsalakan yang berkisar Rp200 juta, ia menekankan pentingnya efisiensi, kolaborasi lintas sektor, dan kesinambungan program, khususnya pada bidang pertanian, peternakan, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam bidang pendidikan dan kesehatan, Camat juga mendorong keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada fasilitas pendidikan di perkotaan, melainkan bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan desa. 


Di sektor kesehatan, sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diperlukan untuk penanganan stunting, ISPA, serta peningkatan layanan Posyandu dan Pustu secara berkelanjutan.

Isu sosial dan keagamaan turut menjadi perhatian dalam MusrenbangDes tersebut. Camat menyoroti meningkatnya ancaman narkoba dan tantangan era digital, sehingga penguatan nilai keagamaan, pembinaan generasi muda, serta penyediaan sarana olahraga dinilai penting sebagai langkah preventif. 


Tokoh masyarakat Baginda Parluatan menegaskan bahwa seluruh program dan bantuan pemerintah harus dimanfaatkan secara optimal demi kemajuan enam dusun yang ada di Desa Parsalakan.


Adapun usulan prioritas yang dihimpun meliputi pembangunan sarana air bersih SDN Hutatunggal, pagar sekolah dan fasilitas kesehatan, penguatan Posyandu melalui makanan tambahan dan alat kesehatan, pembangunan tali air dan irigasi pertanian, bantuan alat pertanian, bibit hortikultura dan ternak, penyaluran air sepanjang 500 meter, pembangunan MCK, serta penyediaan sarana pendukung seperti pengeras suara. Seluruh usulan tersebut diharapkan dapat terintegrasi dalam perencanaan pembangunan Desa Parsalakan menuju desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.(PS/BERMAWI)




Komentar Anda

Terkini: