Respons Cepat dan Terstruktur: Posko Aek Pining Jadi Pilar Pemulihan Pascabencana

/ Jumat, 02 Januari 2026 / 11.14.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM | TAPSEL — Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menunjukkan kapasitas kesiapsiagaan sosial yang terukur dalam merespons bencana banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025. Penanganan pascabencana dilakukan melalui pendekatan sistematis dengan mendirikan posko pengungsian dan dapur umum sebagai pusat layanan kemanusiaan bagi warga terdampak.


Sebagai langkah awal tanggap darurat, dapur umum di Posko Kelurahan Aek Pining hingga kini masih aktif beroperasi dan menyediakan konsumsi bagi para pengungsi sebanyak tiga kali sehari. Pola pelayanan ini mencerminkan penerapan basic needs approach, yakni pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar yang menjadi standar dalam manajemen kebencanaan pada fase darurat dan pemulihan awal.


Lurah Aek Pining, Hendra Sakti Siregar, Amd.Komp., NL.P., didampingi Kepala Lingkungan menjelaskan bahwa posko saat ini menampung 71 kepala keluarga atau sebanyak 235 jiwa. Para pengungsi berasal dari sejumlah desa yang terdampak paling signifikan, yakni Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Nagadol di wilayah Kecamatan Batangtoru. Karakteristik geografis daerah serta intensitas curah hujan yang tinggi disebut sebagai faktor utama yang memperparah dampak banjir bandang.


Lebih lanjut, Lurah Hendra Sakti menegaskan bahwa keberlangsungan operasional posko dan dapur umum tidak terlepas dari peran aktif masyarakat Kelurahan Aek Pining. Partisipasi warga dalam bentuk tenaga sukarela, penyediaan logistik, serta dukungan moral menjadi wujud nyata modal sosial yang memperkuat ketahanan komunitas (community resilience) dalam menghadapi krisis kebencanaan.


Selain dukungan internal masyarakat, bantuan eksternal juga mengalir dari berbagai pihak. PT Agincourt Resources Tambang Emas Batangtoru turut memberikan kontribusi kemanusiaan hingga 21 Desember 2025. Bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan dasar di posko pengungsian.


Dukungan signifikan lainnya datang dari Palang Merah Indonesia (PMI) Labuhan Batu yang dikomandoi oleh Rahmad Siregar, khususnya dalam penyediaan air bersih. Ketersediaan air bersih dinilai sebagai elemen krusial dalam menjaga kesehatan dan sanitasi lingkungan pengungsian, sehingga mampu mencegah potensi munculnya penyakit pascabencana.


Solidaritas lintas daerah juga tercermin melalui bantuan kemanusiaan dari Suram Riau dan Cilacap yang berlangsung hingga 21 Desember 2025. Setelah periode tersebut, penanganan pengungsi mulai diarahkan secara lebih terkoordinasi bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari transisi menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi.


Di akhir keterangannya, Lurah Aek Pining berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi para pengungsi. Menurutnya, penyediaan Huntap merupakan solusi jangka panjang yang strategis untuk memulihkan stabilitas sosial dan ekonomi warga terdampak, sekaligus mengurangi tingkat kerentanan terhadap bencana serupa di masa mendatang.(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: