Serah Terima Pembangunan Masjid Al Ittihad dari PT AR ke Masyarakat Bandar Hapinis, Wujud Kolaborasi Iman dan Kepedulian Sosial

/ Senin, 19 Januari 2026 / 18.26.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM — TAPSEL-Di antara hamparan perbukitan hijau Muara Batangtoru, Masjid Al Ittihad Bandar Hapinis kini berdiri kokoh sebagai simbol kebersamaan dan harapan baru. Senin (19/1/2026) menjadi momentum penuh makna bagi warga setempat, saat bantuan pembangunan masjid tersebut resmi diserahterimakan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Agincourt Resources (AR) Tambang Emas Martabe kepada masyarakat Desa Bandar Hapinis.


Prosesi serah terima berlangsung khidmat dan sarat emosi. Hadir dalam kegiatan ini Camat Muara Batangtoru yang diwakili Sekretaris Camat Jasinaloan, S.Sos, Kepala Desa Bandar Hapinis Muslim Nasution, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pembangunan masjid, serta perwakilan PT Agincourt Resources. Doa pembuka yang dipimpin Ketua MUI setempat mengalun pelan, seolah merangkum rasa syukur atas perjalanan panjang pembangunan rumah ibadah yang dinanti-nantikan warga.


Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Ittihad, Syaripuddin, tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Ia menyebut masjid ini sebagai buah dari gotong royong masyarakat yang dipererat oleh dukungan konsisten PT Agincourt Resources. “Ini bukan sekadar bangunan, tetapi perjuangan bersama. Di sinilah harapan warga kami disatukan,” ujarnya.


Kepala Desa Bandar Hapinis, Muslim Nasution, menuturkan bahwa pembangunan masjid dimulai sejak 2023 dengan bantuan awal Rp300 juta untuk pondasi. Prosesnya berlanjut hingga 2024 dan akhirnya rampung, meski selama itu masyarakat tetap beribadah dalam keterbatasan. Kini, dengan ukuran 18 x 18 meter, Masjid Al Ittihad mampu menampung sekitar 550 jamaah, jauh meningkat dibandingkan kapasitas sebelumnya yang hanya sekitar 250 jamaah.


Dampak pembangunan masjid ini terasa lebih luas dari sekadar fungsi ibadah. Selama proses pembangunan, warga setempat dilibatkan sebagai tenaga kerja harian, memberi tambahan penghasilan sekaligus rasa memiliki terhadap masjid. Transparansi pengelolaan dana dan keterlibatan masyarakat menjadi nilai yang terus dijaga oleh panitia dan pemerintah desa.


Sekretaris Camat Muara Batangtoru, Jasinaloan, S.Sos, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama pembangunan adalah penyesuaian arah kiblat sesuai rekomendasi Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Selatan. Perubahan ini sempat mengharuskan revisi desain bangunan dan pembentukan Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Meski proposal pembangunan sempat diajukan hingga dua kali, komitmen bersama akhirnya mengantarkan masjid ini pada tahap penyelesaian.


Manager Community Relations PT Agincourt Resources, Masdar Muda Hasibuan, menegaskan bahwa dukungan pembangunan masjid merupakan bagian dari investasi sosial jangka panjang perusahaan. Ia berharap Masjid Al Ittihad dapat menjadi pusat ibadah sekaligus ruang kebersamaan dan pemulihan sosial, terutama setelah wilayah tersebut terdampak bencana pada 2025. 

"Masjid yang makmur adalah cerminan masyarakat yang kuat. Kita bangkit dan tumbuh bersama,” katanya.

Kini, Masjid Al Ittihad berdiri bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai saksi sinergi iman, kepedulian sosial, dan kolaborasi lintas pihak. Di balik dinding dan kubahnya, tersimpan doa-doa, kerja keras, dan harapan masyarakat Bandar Hapinis untuk masa depan yang lebih baik.

(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: