POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Suasana kebersamaan tampak nyata di Desa Muara Huta Raja, Kecamatan Muara Batang Toru pascabanjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga. Di bawah terik matahari, karyawan PLTA Batangtoru, unsur TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan lumpur, sampah, serta material banjir yang menutup badan jalan dan parit desa.
Kerja bakti ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi simbol kuat solidaritas kemanusiaan setelah bencana. Bagi warga, banjir tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga rasa lelah dan kekhawatiran akan keselamatan lingkungan tempat mereka bermukim.
Kehadiran berbagai pihak yang turun langsung ke lapangan memberi semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit.
“Kalau dikerjakan bersama-sama, pekerjaan seberat apa pun terasa lebih ringan,” ujar salah seorang warga sambil membersihkan parit yang sebelumnya tersumbat lumpur.
Gotong royong yang terbangun membuat suasana kerja bakti terasa hangat, diwarnai canda ringan dan saling menyemangati di antara peserta.
Keterlibatan karyawan PLTA Batangtoru menjadi perhatian tersendiri. Di luar perannya sebagai perusahaan energi, mereka hadir sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Aksi ini menjadi wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan dalam situasi kebencanaan, sekaligus memperkuat hubungan emosional dengan warga desa.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bersama. Warga diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan drainase dan ruang publik sebagai upaya sederhana namun berdampak besar dalam mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Kesadaran kolektif ini diharapkan tumbuh dari pengalaman bersama menghadapi bencana.
Pemerintah daerah mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Menurut mereka, pemulihan pascabanjir tidak hanya soal memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memulihkan semangat dan rasa kebersamaan masyarakat yang sempat terguncang.
Dengan selesainya kerja bakti ini, Desa Muara Huta Raja perlahan kembali berdenyut. Jalan desa mulai bersih, parit kembali berfungsi, dan yang terpenting, harapan warga untuk bangkit bersama kembali menguat. Dari lumpur banjir, tumbuh kembali semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi setiap ujian. (PS/BERMAWI)

