Toleransi dan Keberagaman Jadi Kekuatan Medan, Rico Waas .Imlek Telah Menjadi Budaya Bersama

/ Minggu, 25 Januari 2026 / 21.49.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa keterbukaan budaya dan sikap toleransi telah menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat Kota Medan. Keberagaman suku, etnis, dan budaya di kota ini tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga terjalin harmonis dalam berbagai aktivitas sosial, perayaan adat, serta kegiatan lintas komunitas.

Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point, Sabtu (24/1/2026). Acara tersebut turut dihadiri Biksu Virya Dharma Mahastrawira, Anggota DPRD Sumatera Utara Hasyim, Anggota DPRD Kota Medan Lily, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, serta Ketua TP PKK Medan Airin Rico Waas.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Wali Kota Medan juga membuka dan menyaksikan Fa Hua Exhibition 2026, sebuah pameran budaya yang menampilkan beragam karya seni dan ornamen oriental. Pameran ini menghadirkan Chinese Painting & Calligraphy, kerajinan keramik oriental, galeri Chinese Art & Heritage Display, Lampion & Mei Hu Garden, Kolam Teratai Kwan Im, oil painting, Borobudur Heritage, Feng Shui art, hingga berbagai aksesori budaya oriental.

Rico Waas menyampaikan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Medan. Menurutnya, Imlek tidak lagi dimaknai sebagai perayaan etnis tertentu semata, tetapi telah tumbuh menjadi bagian dari kebudayaan bersama yang dirasakan lintas generasi dan lintas latar belakang.

“Imlek bukan hanya milik satu kelompok, tetapi telah menjadi kebudayaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat Medan. Ini adalah cerminan keterbukaan dan toleransi yang kita jaga bersama,” ujar Rico Waas.

Ia menilai Medan sebagai kota multikultural yang layak disebut miniatur Indonesia. Beragam suku dan etnis hidup berdampingan secara harmonis, mulai dari Batak, Jawa, Karo, Pakpak, Nias, Minangkabau, Aceh, hingga masyarakat Tionghoa dan India. Keberagaman tersebut, menurutnya, membentuk karakter masyarakat Medan yang terbuka, inklusif, dan saling menghargai.

Interaksi lintas budaya telah menjadi bagian dari keseharian warga, baik dalam kegiatan sosial, perayaan adat, maupun acara keluarga. Kondisi ini dinilai memperkuat rasa persaudaraan sekaligus memperkokoh persatuan di tengah perbedaan.


Dalam sambutannya, Rico Waas juga menyinggung perayaan Imlek 2026 yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api, yang melambangkan semangat, energi, dan gerak maju. Ia menilai filosofi tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Medan yang dinamis, pekerja keras, dan adaptif terhadap perubahan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kekompakan dan persatuan merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun kemanusiaan. Ia mencontohkan solidaritas masyarakat Medan saat terjadi bencana, di mana perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling membantu.

“Kita adalah bangsa Indonesia. Meski berbeda latar belakang, kita memiliki satu prinsip yang sama, yakni menjunjung tinggi persatuan dan Merah Putih. Tanpa kekompakan, bangsa ini akan mudah dipecah belah,” tegasnya.

Rico Waas juga berharap perayaan Imlek di Kota Medan dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik budaya sekaligus menjadi magnet wisata, baik bagi masyarakat dari daerah lain maupun wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan langsung harmoni multikultural di Medan.

Pada kesempatan itu, Wali Kota turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menunjukkan kepedulian sosial, khususnya dalam membantu warga terdampak bencana.
“Saya bangga melihat semangat solidaritas masyarakat Medan yang terus terjaga. Inilah kekuatan utama kota kita,” pungkasnya.

(PS/M.FAUZI)
Komentar Anda

Terkini: