Wali Kota Padangsidimpuan Buka Laga Amal Sepak Bola Bersama PSSI, Saat Gol dan Donasi Menyatukan Kepedulian

/ Jumat, 16 Januari 2026 / 22.15.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN — Sorak sorai penonton menggema di Stadion HM. Nurdin, Jumat (16/1/2026). Namun, siang itu bukan sekadar tentang kemenangan atau skor akhir. Di balik setiap operan dan gol yang tercipta, terselip harapan dan kepedulian bagi mereka yang tengah berjuang menghadapi dampak banjir di berbagai daerah.


Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, secara resmi membuka Laga Amal Sepak Bola bersama PSSI, para pemain Tim Nasional, serta atlet nasional yang dirangkaikan dengan kegiatan open donasi. Kegiatan ini menjadi simbol nyata bagaimana olahraga mampu menjembatani empati dan aksi kemanusiaan.


Laga amal tersebut mempertemukan tim sepak bola dari Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Mandailing Natal. Di atas lapangan, para pemain menunjukkan semangat sportivitas. Di luar lapangan, masyarakat menunjukkan kepedulian dengan menyisihkan donasi untuk membantu korban banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang belakangan dilanda bencana hidrometeorologi.

Sejak peluit pertama ditiup, suasana stadion terasa hangat. Anak-anak, orang tua, hingga pecinta sepak bola tumpah ruah menyaksikan pertandingan yang sarat makna. Setiap tepuk tangan seolah menjadi doa, setiap donasi menjadi secercah harapan bagi saudara-saudara yang tengah dilanda musibah.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padangsidimpuan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa laga amal ini bukan hanya tentang olahraga, melainkan tentang kemanusiaan dan kepedulian sosial yang tumbuh dari kebersamaan.

“Melalui laga amal ini, kita ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk besar. Dari lapangan sepak bola, dari kebersamaan, kita bisa menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ujar Letnan Dalimunthe dengan penuh empati.


Ia juga menekankan bahwa olahraga memiliki kekuatan luar biasa sebagai pemersatu. Perbedaan daerah, latar belakang, dan profesi melebur menjadi satu tujuan, yaitu membantu sesama. Nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia pun tercermin kuat dalam kegiatan tersebut.

Menutup sambutannya, Wali Kota berharap laga amal dapat berjalan lancar dan hasil donasi yang terkumpul benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PSSI, para pemain Tim Nasional, atlet nasional, serta seluruh panitia dan masyarakat yang telah berkontribusi.


Laga amal sepak bola ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, selalu ada tangan-tangan yang terulur. Dari Stadion HM. Nurdin, Padangsidimpuan, pesan solidaritas itu menggema: bahwa kemanusiaan bisa lahir dari mana saja, bahkan dari sebuah pertandingan sepak bola.

(PS/BERMAWI)

Wali Kota Padangsidimpuan Buka Laga Amal Sepak Bola Bersama PSSI, Saat Gol dan Donasi Menyatukan Kepedulian
POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN — Sorak sorai penonton menggema di Stadion HM. Nurdin, Jumat (16/1/2026). Namun, siang itu bukan sekadar tentang kemenangan atau skor akhir. Di balik setiap operan dan gol yang tercipta, terselip harapan dan kepedulian bagi mereka yang tengah berjuang menghadapi dampak banjir di berbagai daerah.

Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, secara resmi membuka Laga Amal Sepak Bola bersama PSSI, para pemain Tim Nasional, serta atlet nasional yang dirangkaikan dengan kegiatan open donasi. Kegiatan ini menjadi simbol nyata bagaimana olahraga mampu menjembatani empati dan aksi kemanusiaan.

Laga amal tersebut mempertemukan tim sepak bola dari Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Mandailing Natal. Di atas lapangan, para pemain menunjukkan semangat sportivitas. Di luar lapangan, masyarakat menunjukkan kepedulian dengan menyisihkan donasi untuk membantu korban banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang belakangan dilanda bencana hidrometeorologi.
Sejak peluit pertama ditiup, suasana stadion terasa hangat. Anak-anak, orang tua, hingga pecinta sepak bola tumpah ruah menyaksikan pertandingan yang sarat makna. Setiap tepuk tangan seolah menjadi doa, setiap donasi menjadi secercah harapan bagi saudara-saudara yang tengah dilanda musibah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padangsidimpuan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa laga amal ini bukan hanya tentang olahraga, melainkan tentang kemanusiaan dan kepedulian sosial yang tumbuh dari kebersamaan.
“Melalui laga amal ini, kita ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk besar. Dari lapangan sepak bola, dari kebersamaan, kita bisa menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ujar Letnan Dalimunthe dengan penuh empati.

Ia juga menekankan bahwa olahraga memiliki kekuatan luar biasa sebagai pemersatu. Perbedaan daerah, latar belakang, dan profesi melebur menjadi satu tujuan, yaitu membantu sesama. Nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia pun tercermin kuat dalam kegiatan tersebut.
Menutup sambutannya, Wali Kota berharap laga amal dapat berjalan lancar dan hasil donasi yang terkumpul benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PSSI, para pemain Tim Nasional, atlet nasional, serta seluruh panitia dan masyarakat yang telah berkontribusi.

Laga amal sepak bola ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, selalu ada tangan-tangan yang terulur. Dari Stadion HM. Nurdin, Padangsidimpuan, pesan solidaritas itu menggema: bahwa kemanusiaan bisa lahir dari mana saja, bahkan dari sebuah pertandingan sepak bola.
(PS/BERMAWI)
Komentar Anda

Terkini: