Antrian Mengular di SPBU Padangmatinggi, Aktivitas Warga Padangsidimpuan Tersendat di Akhir Pekan

/ Minggu, 01 Februari 2026 / 19.26.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM | PADANGSIDIMLUAN —Minggu siang yang seharusnya menjadi waktu beristirahat justru berubah menjadi ujian kesabaran bagi warga Kota Padangsidimpuan. Antrian kendaraan tampak mengular panjang di SPBU Padangmatinggi, Minggu (1/2/2026), hingga membuat arus lalu lintas lumpuh total. Sejak pukul 13.00 WIB, kendaraan mulai memenuhi badan jalan dan terus bertambah hingga mencapai simpang SMA Negeri 3 Padangsidimpuan.

Suasana di lokasi dipenuhi deru mesin, klakson bersahutan, dan wajah-wajah lelah para pengendara. Banyak warga yang awalnya hanya berniat mengisi bahan bakar sebentar, terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam di tengah terik matahari. “Sudah hampir satu jam saya di sini, mau pulang ke rumah pun susah karena jalan macet,” ujar Rudi, seorang pengendara sepeda motor, sambil mengusap keringat di wajahnya.

Antrian terlihat semakin semrawut ketika kendaraan roda dua dan roda empat bercampur di satu koridor jalan. Sepeda motor mendominasi barisan hingga ke simpang SMAN 3 Padangsidimpuan, sementara mobil dan kendaraan besar mengular lebih jauh sampai ke simpang Silandit. Kondisi ini membuat ruang gerak kendaraan semakin sempit dan memicu kemacetan di berbagai arah.

Tak sedikit pengendara roda dua yang harus bermanuver hati-hati, menyelip di antara mobil demi mencari celah. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama bagi ibu-ibu dan pengendara lanjut usia. “Takut jatuh, apalagi banyak mobil besar. Tapi mau bagaimana lagi, bensin sudah hampir habis,” tutur Sari, warga Padangmatinggi.

Kepadatan ini turut berdampak pada aktivitas warga lainnya. Pengguna jalan yang tidak berkepentingan mengisi BBM ikut terjebak macet, sementara pedagang kecil di sekitar lokasi mengeluhkan menurunnya kenyamanan pembeli akibat akses jalan yang tersendat. Beberapa warga bahkan memilih memutar arah dan menunda aktivitas mereka.

Antrian panjang di SPBU Padangmatinggi bukan hanya soal bahan bakar, tetapi juga cerminan tingginya mobilitas masyarakat pada akhir pekan serta keterbatasan titik layanan energi di kawasan tersebut. Ketika kebutuhan dasar bertemu dengan ruang jalan yang terbatas, kemacetan pun menjadi cerita yang berulang.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, baik melalui pengaturan lalu lintas sementara, penataan sistem antrian, maupun solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus terulang. Bagi masyarakat Padangsidimpuan, kelancaran jalan bukan sekadar soal perjalanan, melainkan tentang waktu, keselamatan, dan kenyamanan hidup sehari-hari.

(PS/BERMAW)

  

Komentar Anda

Terkini: