Dari Sholat Dhuha hingga Gotong Royong: Strategi SMAN 1 Angkola Timur Bentuk Karakter Siswa Secara Komprehensif

/ Jumat, 27 Februari 2026 / 18.02.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Kegiatan pembinaan karakter dan spiritualitas kembali digelar di SMAN 1 Angkola Timur pada Jumat, 27 Februari 2026. Sekolah yang akrab disapa Smansa Angkola Timur tersebut melaksanakan rangkaian aktivitas keagamaan dan sosial yang terintegrasi, meliputi sholat dhuha berjamaah, pembacaan Surah Yasin bersama, serta kegiatan kebersihan lingkungan melalui gotong royong. Program ini dirancang sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai religius dan sosial.


Secara ilmiah, pelaksanaan sholat dhuha berjamaah memiliki dimensi psikologis dan spiritual yang signifikan. Kegiatan ibadah sunnah ini tidak hanya memperkuat aspek keimanan, tetapi juga membangun kedisiplinan waktu, konsistensi perilaku, serta ketenangan emosional peserta didik. Dalam perspektif pendidikan karakter, pembiasaan ibadah kolektif terbukti efektif dalam membentuk regulasi diri dan meningkatkan kesadaran moral siswa.


Selanjutnya, kegiatan mengaji dan pembacaan Surah Yasin bersama menjadi medium literasi keagamaan yang memperkuat kompetensi spiritual sekaligus sosial. Interaksi antar siswa dalam suasana religius mendorong terciptanya iklim sekolah yang harmonis dan penuh empati. Aktivitas ini juga berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil, serta menanamkan nilai-nilai reflektif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.


Tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, sekolah juga mengintegrasikan kegiatan kebersihan bersama atau gotong royong sebagai bentuk pendidikan sosial-ekologis. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif.


Secara sosiologis, praktik gotong royong memperkuat kohesi sosial dan membangun budaya kolaboratif di lingkungan pendidikan.


Kepala SMAN 1 Angkola Timur, Zahron Harahap, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan terpadu ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam membangun generasi yang berkarakter, berintegritas, dan berakhlak mulia. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang utuh dan seimbang antara intelektual, spiritual, serta sosial.


Ia menegaskan bahwa pembiasaan kegiatan religius dan sosial secara konsisten dapat membentuk habitus positif di kalangan siswa. Ketika nilai ketakwaan dipadukan dengan kepedulian sosial dan kebersihan lingkungan, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan moral. Pendekatan ini sejalan dengan paradigma pendidikan holistik yang menempatkan manusia sebagai subjek pembelajaran yang utuh.



Dengan terselenggaranya kegiatan pada Jumat ini, Smansa Angkola Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang transformatif dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara ibadah, literasi keagamaan, dan aksi sosial, diharapkan para siswa mampu meningkatkan ketakwaan, memperkuat solidaritas, serta membentuk karakter dan kepribadian yang kokoh sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: