Sinergi Pusat–Daerah Menguat: Mendagri Resmikan Huntara dan Salurkan Bantuan bagi Warga Tapsel

/ Kamis, 05 Februari 2026 / 12.14.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Raut harap terpancar dari wajah warga ketika layar besar menampilkan sosok Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang meresmikan hunian sementara (huntara) secara virtual pada Kamis (5/2/2026). Meski dilakukan melalui Zoom, kehadiran Mendagri terasa dekat bagi masyarakat Tapanuli Selatan yang selama ini menanti kepastian tempat tinggal setelah terdampak bencana.

Kunjungan kerja ini menjadi momen penuh makna. Bagi warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, peresmian huntara bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal lembaran baru untuk kembali menata kehidupan. 


Di tengah keterbatasan, hunian sementara menghadirkan rasa aman, ketenangan, serta ruang bagi keluarga untuk bangkit perlahan dari trauma yang mereka alami.

Rombongan pemerintah pusat dan daerah yang mendampingi kegiatan ini disambut hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si., bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Dasuki, ST, serta Kacabdisdik Wilayah XI Dr. Tetti Maharani Pulungan, S.Pd., M.Pd. Kehadiran unsur pendidikan dalam agenda kebencanaan menjadi simbol bahwa sekolah dan dunia pendidikan kini turut mengambil peran dalam membangun ketangguhan masyarakat sejak dini.

Perjalanan rombongan dimulai dari Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit menuju Stadion Naposo Kota Padangsidimpuan sebelum akhirnya tiba di Lapangan Bola Simarpinggan. Di lokasi inilah peresmian huntara berlangsung, disaksikan warga yang berkumpul dengan penuh harap. Suasana haru tak terelakkan ketika bantuan yang dinanti akhirnya benar-benar hadir di hadapan mereka.


Bagi masyarakat, huntara bukan sekadar bangunan fisik. Ia menjadi tempat anak-anak kembali belajar tanpa rasa cemas, ruang keluarga untuk berkumpul, serta simbol pemulihan psikososial setelah masa sulit. Kehadiran hunian sementara juga membantu menjaga kesehatan lingkungan dan memastikan roda kehidupan tetap berputar sambil menunggu hunian permanen terwujud.


Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan simbolis dana tunggu hunian dan bantuan logistik bagi perwakilan penerima manfaat dari sembilan kabupaten di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Penyaluran lintas wilayah ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana melampaui batas administratif, menguatkan semangat gotong royong antardaerah.


Kunjungan kerja ini meninggalkan pesan kuat bahwa di balik setiap bencana selalu tumbuh solidaritas. Sinergi pemerintah pusat, daerah, dan dunia pendidikan diharapkan mampu mempercepat pemulihan sekaligus menumbuhkan generasi yang lebih sadar risiko, tangguh, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: