Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari Picu Kepanikan Warga, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Marelan, di Suana Ramadhan dan Menjelang Lebaran

/ Jumat, 06 Maret 2026 / 12.39.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-Medan-Isu mengenai keterbatasan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia yang disebut-sebut hanya cukup untuk sekitar 20 hari ke depan mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kabar yang beredar luas di media sosial tersebut memicu kepanikan warga hingga menyebabkan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Salah satu antrean panjang terpantau terjadi di SPBU 14.202.143 Marelan yang berada di kawasan Jalan Marelan Pasar I, Kecamatan Medan Marelan, tepatnya di depan Suzuya Marelan, Kota Medan. Sejak pagi hingga siang hari, puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular hingga keluar area SPBU,Jum'at 6/3/2026.

Warga yang datang mengaku rela mengantre cukup lama demi memastikan kendaraan mereka tetap memiliki bahan bakar di tengah beredarnya isu keterbatasan stok BBM nasional.

Salah seorang pengendara sepeda motor yang ikut mengantre mengatakan, kabar yang beredar menyebutkan stok BBM di Indonesia hanya tersisa sekitar 20 hari akibat terganggunya jalur distribusi internasional.

“Katanya ada kapal tanker besar yang membawa muatan BBM milik Pertamina tidak bisa melintas karena jalur pelayaran ditutup sementara. Jadi banyak orang takut kehabisan BBM,” ujar warga yang sedang mengantre di lokasi.

Isu tersebut juga dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Informasi yang beredar menyebutkan beberapa jalur pelayaran strategis untuk kapal tanker minyak mengalami pembatasan sehingga dikhawatirkan berdampak pada distribusi energi global, termasuk ke Indonesia.


Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa stok BBM nasional berada dalam kondisi kritis. Namun derasnya arus informasi yang beredar di masyarakat telah memicu kekhawatiran tersendiri, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Kondisi antrean panjang di SPBU Marelan menjadi gambaran bagaimana isu tersebut langsung berdampak pada perilaku masyarakat. Banyak warga memilih mengisi bahan bakar lebih awal atau bahkan menambah stok demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan.


Situasi ini semakin menjadi perhatian karena terjadi di tengah momentum bulan suci Ramadan yang tidak lama lagi akan memasuki periode arus mudik menjelang Idul Fitri. Ketersediaan BBM menjadi faktor krusial bagi mobilitas masyarakat, terutama untuk kebutuhan transportasi dan distribusi logistik.

Sejumlah warga berharap pemerintah pusat bersama Pertamina dapat segera memberikan penjelasan resmi agar masyarakat tidak semakin resah oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa segera memastikan stok BBM aman. Apalagi ini bulan Ramadan dan sudah mendekati Lebaran. Jangan sampai masyarakat panik karena isu yang belum jelas,” ujar seorang warga lainnya di lokasi antrean.

Pengamat energi juga menilai, di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, pemerintah memang perlu memastikan jalur pasokan energi tetap stabil. Selain itu, komunikasi publik yang transparan sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang justru dapat memperparah kondisi distribusi di lapangan.

Pemerintah diharapkan segera memberikan klarifikasi serta memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, terutama menjelang puncak aktivitas ekonomi dan mobilitas saat Ramadan dan Idul Fitri.

(PS/M.F)
Komentar Anda

Terkini: