POSKOTASUMATERA.COM – Kegiatan santunan kepada anak yatim dan masyarakat terdampak bencana alam berlangsung penuh makna di Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (16/3/2026). Sebanyak 42 anak yatim menerima bantuan, sementara 350 warga terdampak memperoleh bingkisan kebutuhan pokok. Kegiatan ini turut dirangkai dengan buka puasa bersama di tenda darurat, menghadirkan suasana kebersamaan di tengah masa pemulihan.
Secara ilmiah, kegiatan ini mencerminkan pendekatan community resilience atau ketahanan komunitas, yakni strategi pemulihan berbasis masyarakat yang tidak hanya berfokus pada bantuan material, tetapi juga memperhatikan aspek psikososial. Dalam kajian kebencanaan, intervensi berbasis komunitas dinilai efektif dalam membantu individu—terutama kelompok rentan—untuk mengelola stres, trauma, serta ketidakpastian pascabencana.
Acara tersebut dihadiri Ketua KAHMI Tapanuli Selatan, Sawal Pane, SE., M.Si., bersama jajaran pengurus, serta Ketua HMI Cabang Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan, Ahmad Rasid Rambe. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan sinergi antara alumni dan mahasiswa dalam menjalankan peran sosial kemasyarakatan, khususnya dalam situasi darurat.
Dalam sambutannya, Ketua MD KAHMI Tapanuli Selatan Sawal Pane SE.MSi menegaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan wujud konkret dari implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Ia menilai, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam situasi krisis merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus kontribusi nyata dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat.
Dari perspektif ilmu sosial, kegiatan berbagi dan buka puasa bersama ini memiliki fungsi sebagai social bonding atau penguatan ikatan sosial. Interaksi langsung yang terjadi di ruang pengungsian mampu meningkatkan rasa saling percaya (trust) serta memperkuat kohesi sosial, yang menjadi elemen kunci dalam membangun kembali struktur sosial yang terdampak bencana.
Di sisi lain, pemerintah juga menunjukkan komitmennya dalam penanganan pascabencana melalui pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terintegrasi, guna memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak dan aman," ujar Sawal Pane.
Kepala Desa Tolang Jae Fuad Arazi Daulay menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan, mengingat masyarakat masih dalam tahap adaptasi pascabencana. Ia menegaskan bahwa dukungan seperti ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi warga untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan secara bertahap.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat. Pendekatan terpadu semacam ini dinilai mampu menciptakan masyarakat yang lebih resilien, inklusif, serta memiliki kapasitas adaptif dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Melalui santunan dan kebersamaan yang terjalin, Tolang Jae tidak hanya memperoleh bantuan jangka pendek, tetapi juga fondasi sosial yang kuat untuk membangun kembali kehidupan yang lebih stabil, harmonis, dan berdaya. (PS/BERMAWI)


