![]() |
| Foto : Panen Jagung Pioner 89,KT Bunga Karya , Desa Sitanduk Kecamatan Tarabintang Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut |
POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Pertanian memberikan klarifikasi resmi terkait penyaluran bantuan benih jagung varietas P-89 sebanyak 45 ton kepada kelompok tani di wilayah Papatar, yang meliputi Kecamatan Pakkat, Parlilitan, dan Tarabintang.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul munculnya sejumlah pemberitaan dan informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan program bantuan benih jagung tersebut.
Pemerintah daerah menilai penting untuk memberikan penjelasan secara komprehensif agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai mekanisme program, proses penyaluran bantuan, serta kondisi teknis budidaya jagung di lapangan.
Mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan, Yonepta Habeahan, , Senin, (9/3/2026) diruang kerjanya menjelaskan kepada beberapa media , bahwa program bantuan benih jagung tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan produksi jagung nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah dalam hal ini hanya menjalankan program tersebut sesuai dengan petunjuk teknis serta mekanisme yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Program bantuan benih jagung ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Pemerintah daerah berperan sebagai pelaksana program di daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Yonepta saat memberikan penjelasan kepada media.
Jagung merupakan salah satu komoditas strategis dalam sektor pertanian nasional. Selain menjadi bahan pangan bagi masyarakat, jagung juga memiliki peran penting sebagai bahan baku utama industri pakan ternak yang terus mengalami peningkatan kebutuhan setiap tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi jagung nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor serta memperkuat kemandirian pangan nasional.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian, termasuk benih unggul kepada petani di berbagai daerah.
Program tersebut bertujuan membantu petani meningkatkan produktivitas lahan pertanian sekaligus memperluas areal tanam jagung di daerah-daerah yang memiliki potensi pengembangan komoditas tersebut.
Kabupaten Humbang Hasundutan termasuk salah satu wilayah yang mendapatkan alokasi program tersebut karena memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas serta kondisi agroklimat yang mendukung pengembangan tanaman jagung.
Wilayah Papatar yang meliputi Kecamatan Pakkat, Parlilitan, dan Tarabintang dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian yang memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman pangan.
Selain memiliki lahan pertanian yang cukup luas, kawasan tersebut juga berada pada ketinggian sekitar 500 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut, yang selama ini menjadi salah satu kawasan pengembangan komoditas pertanian di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan, bantuan benih jagung yang disalurkan di wilayah Papatar mencapai 45 ton.
Bantuan tersebut didistribusikan kepada 56 kelompok tani yang tersebar di tiga kecamatan yaitu: Kecamatan Pakkat, Kecamatan Parlilitan, Kecamatan Tarabintang
Bantuan benih jagung tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan budidaya jagung pada lahan pertanian dengan luasan sekitar 3.000 hektare.
Program ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produksi jagung sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Menurut Yonepta, penyaluran bantuan benih jagung tersebut tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui sejumlah tahapan administratif yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Salah satu tahapan penting dalam program bantuan pertanian adalah proses pendataan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).
CPCL merupakan mekanisme yang digunakan pemerintah untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh petani yang memenuhi kriteria sebagai penerima program.
Proses pendataan CPCL dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan yang bertugas di wilayah masing-masing.
Para penyuluh melakukan pendataan terhadap kelompok tani yang memiliki lahan aktif dan berpotensi melakukan budidaya jagung.
Data tersebut kemudian diverifikasi oleh instansi teknis sebelum ditetapkan sebagai kelompok penerima bantuan.
“Melalui mekanisme CPCL ini pemerintah memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh kelompok tani yang memenuhi persyaratan,” jelas Yonepta.
Setelah proses verifikasi selesai, bantuan benih jagung kemudian didistribusikan kepada kelompok tani sesuai dengan daftar penerima yang telah ditetapkan.
Dalam klarifikasinya, Yonepta juga menegaskan bahwa benih jagung yang disalurkan kepada kelompok tani merupakan benih unggul bersertifikat yang telah memenuhi standar mutu nasional.
Varietas Pioner P-89 dipilih karena memiliki potensi produktivitas yang cukup baik serta telah digunakan secara luas dalam berbagai program pengembangan jagung di Indonesia.
Benih unggul biasanya memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan benih biasa, antara lain: Daya tumbuh yang lebih tinggi, Potensi hasil yang lebih besar, Kemampuan adaptasi terhadap kondisi lingkungan tertentu
Sebelum didistribusikan kepada petani, benih tersebut telah melalui proses pengujian mutu dan sertifikasi oleh lembaga yang berwenang sehingga kualitasnya dapat dipastikan sesuai dengan standar yang berlaku.
“Benih yang disalurkan kepada petani merupakan benih bersertifikat yang telah melalui proses pengujian mutu sebelum didistribusikan,” kata Yonepta.
Menanggapi berbagai isu yang berkembang terkait hasil panen jagung, Yonepta menjelaskan bahwa dalam praktik budidaya pertanian terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan produksi.
Menurutnya, benih memang merupakan salah satu faktor penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan panen.
Beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi hasil produksi jagung antara lain: kondisi tanah, teknik budidaya, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, kondisi cuaca dan curah hujan
Curah hujan yang terlalu tinggi misalnya dapat menyebabkan kelembapan lahan meningkat sehingga berpotensi memicu munculnya penyakit tanaman.
Sebaliknya, kekurangan air pada fase pertumbuhan tertentu juga dapat mempengaruhi pembentukan tongkol jagung.
Selain itu, pemupukan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman juga dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimal.
“Dalam pertanian, hasil panen tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja. Ada banyak variabel yang mempengaruhi keberhasilan produksi,” jelasnya.
Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya jagung di daerah tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan terus melakukan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan.
Pendampingan tersebut meliputi berbagai aspek budidaya, antara lain: pengolahan lahan, teknik penanaman, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, teknik panen dan pascapanen
Melalui pendampingan tersebut diharapkan petani dapat menerapkan teknik budidaya yang lebih baik sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat.
Terkait isu yang berkembang mengenai dugaan adanya pungutan kepada petani penerima bantuan, Yonepta menegaskan bahwa bantuan benih jagung dari program pemerintah tersebut diberikan secara gratis kepada petani.
Ia memastikan bahwa tidak ada kebijakan maupun instruksi dari Dinas Pertanian yang mewajibkan petani membayar biaya tertentu untuk memperoleh bantuan tersebut.
“Bantuan benih jagung ini merupakan program pemerintah yang diberikan tanpa biaya kepada petani penerima manfaat,” tegasnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan program pemerintah.
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan membuka ruang komunikasi kepada masyarakat maupun media untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program tersebut.
Pihak dinas bahkan mempersilakan media dan kelompok tani untuk melakukan pertemuan bersama guna membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program bantuan pertanian tersebut.
“Kami terbuka untuk berdiskusi dan memberikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat maupun media agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai program ini,” ujar Yonepta.
Program bantuan benih jagung tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui dukungan sarana produksi seperti benih unggul, diharapkan para petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Selain itu, peningkatan produksi jagung juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan industri pakan ternak serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan potensi lahan pertanian yang cukup luas di wilayah Papatar, pemerintah optimistis sektor pertanian di Kabupaten Humbang Hasundutan akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. (PS/B.Nababan)
