POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Kegiatan Safari Ramadan yang dirangkai dengan program trauma healing dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026 di Masjid Al Fatah, Dusun Mabang Pasir, Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Muara Batangtoru. Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Agincourt Resources sebagai pengelola Tambang Emas Martabe, yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membantu proses pemulihan psikologis masyarakat pascabencana. Dalam kegiatan tersebut juga disalurkan bantuan sosial berupa paket sembako, Al-Qur’an, sajadah, serta meja lipat Al-Qur’an kepada warga dan anak yatim.
Program Safari Ramadan ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan dalam memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang kebersamaan yang tidak hanya menghadirkan bantuan material, tetapi juga dukungan moral dan spiritual bagi masyarakat.Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa , tokoh agama, serta masyarakat setempat yang memadati Masjid Al Fatah. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa kuat sepanjang kegiatan, mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam setiap rangkaian acara yang berlangsung penuh kehangatan.
Kepala Desa Muara Hutaraja yang diwakili Sekretaris Desa, Saddam Simbolon, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan perusahaan kepada masyarakat. Ia menilai bantuan yang disalurkan, khususnya pada masa pascabencana, sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan dasar. Bahkan, paket sembako yang diberikan dinilai mampu mencukupi kebutuhan sebagian keluarga selama kurang lebih satu bulan.
Perwakilan PT Agincourt Resources, Sugeng Maskat selaku Superintendent Community Relations, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan dan trauma healing ini merupakan kegiatan kelima yang dilaksanakan di wilayah Muara Hutaraja. Menurutnya, perusahaan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk ketika akses menuju lokasi terdampak bencana sempat tertutup akibat kerusakan infrastruktur.
Ia juga mengungkapkan bahwa atas arahan pimpinan perusahaan, tim lapangan tetap berupaya menyalurkan bantuan berupa makanan segar dan kebutuhan pokok meskipun kondisi medan cukup sulit dilalui. Upaya tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh dukungan kemanusiaan pada masa tanggap darurat.
Sementara itu, tokoh agama setempat sekaligus Ketua MUI Kecamatan Muara Batangtoru, Jamilun Harahap, mengingat kembali peristiwa banjir yang terjadi pada 25 November 2025 dan memberikan dampak cukup besar bagi masyarakat Muara Hutaraja. Ia menjelaskan bahwa pada masa tanggap darurat tersebut, perusahaan turut menyalurkan bantuan melalui jalur udara menggunakan helikopter karena akses jalan darat masih belum dapat dilalui secara optimal.
Dalam sesi trauma healing, Safariyarti Saragih, S.Pd.I., M.Sos., CNNLP dari Abulyatama Padangsidimpuan–Tapanuli Selatan memberikan pendekatan psikologis dan spiritual kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa proses pemulihan trauma dapat dimulai dari kesadaran diri untuk bersyukur kepada Allah SWT serta menerima setiap peristiwa sebagai bagian dari ketetapan-Nya.
Pendekatan spiritual yang dipadukan dengan edukasi psikologis diharapkan mampu memperkuat ketahanan mental masyarakat serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi masa depan.
Salah seorang warga, Fatimah Siregar (44), dari Dusun Mabang Pasir, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PT.AR. Ia menyebutkan bahwa sejak peristiwa banjir pada 25 November 2025, perusahaan secara rutin memberikan bantuan kepada masyarakat, termasuk melalui dapur umum yang melayani kebutuhan makanan bagi warga terdampak.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan Safari Ramadan juga diisi dengan tausiah keagamaan dan buka puasa bersama. Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara perusahaan dan masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan dalam membangun ketahanan sosial, spiritual, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.(PS/BERMAWI)


