Bawaslu Tapanuli Selatan Perkuat Sinergi dengan Kacabdisdik Wilayah XI, Dorong Literasi Demokrasi di Kalangan Pelajar

/ Selasa, 28 April 2026 / 13.47.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tapanuli Selatan terus mengintensifkan penguatan demokrasi melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan konsolidasi demokrasi dan penjajakan kerja sama antar lembaga bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Dr. Tetti Maharani Pulungan, S.Pd., M.Pd., yang berlangsung pada Senin, 27 April 2026. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi demokrasi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.


Kedatangan rombongan Bawaslu Tapanuli Selatan disambut secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI beserta jajaran. Dialog yang berlangsung dalam suasana konstruktif tersebut menekankan pentingnya peran institusi pendidikan sebagai ruang strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini, khususnya kepada pelajar yang akan menjadi pemilih pemula pada kontestasi politik mendatang.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Tapanuli Selatan, Taufik Hidayat, S.E., M.M., didampingi anggota Panataran Simanjuntak, M.Hum., serta Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P3S), Vernando Maruli Aruan, S.T.


 Kehadiran jajaran lengkap ini mencerminkan komitmen kelembagaan dalam memperkuat fungsi pengawasan partisipatif melalui pendekatan edukasi publik yang berbasis kolaborasi.


Dalam pernyataannya, Ketua Bawaslu Tapanuli Selatan, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas demokrasi. Ia menyebutkan bahwa pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan arah demokrasi ke depan, sehingga perlu dibekali dengan literasi politik yang komprehensif, kemampuan berpikir kritis, serta integritas dalam menggunakan hak pilih.


Secara akademik, pendekatan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah merupakan bagian integral dari civic education yang berfungsi membentuk karakter warga negara yang partisipatif dan bertanggung jawab. Integrasi nilai-nilai demokrasi dalam proses pembelajaran diyakini mampu meningkatkan kualitas partisipasi politik sekaligus menekan potensi pelanggaran pemilu, seperti politik uang, disinformasi, dan apatisme politik di kalangan generasi muda.


Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Provsu  Dr. Tetti Maharani Pulungan,S.Pd M.Pd  menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalin kerja sama berkelanjutan melalui program edukasi, sosialisasi, serta penguatan kurikulum berbasis nilai demokrasi.Menurutnya, kolaborasi ini selaras dengan misi pendidikan nasional dalam mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan politik yang tinggi.

Melalui konsolidasi ini, diharapkan tercipta ekosistem demokrasi yang sehat di lingkungan pendidikan. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter demokratis. Sinergi antara Bawaslu dan Dinas Pendidikan menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda yang berintegritas, kritis, serta mampu berkontribusi aktif dalam kehidupan demokrasi yang berkeadaban.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: