Bukan Sekadar Bantuan, Harapan MTsN 2 Aceh Utara untuk Bangkit Pasca Bencana Sangat Besar

/ Senin, 27 April 2026 / 13.45.00 WIB
Dokumen Istimewa 

POSKOTASUMATERA.COM | ACEH UTARA  --Pemulihan pasca bencana bukan hanya soal memperbaiki bangunan yang retak, tapi juga tentang mengembalikan martabat dan hak dasar para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu sangat diharapkan dalam rangka menyongsong lahirnya generasi - generasi emas. 

Demikian di katakan, H. Sulaima Hasyim, Kepala Madrasah MTsN 2 Aceh Utara di Dewantara tadi pagi saat kedatangan tim Amergenci Respon, Senin tanggal 27 April 2026.

Sulaiman menjelaskan, Dalam sebuah dialog hangat mengenai penanggulangan bencana di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, terungkap bahwa bantuan yang diberikan saat ini telah menyentuh aspek-aspek personal yang sering terlupakan, meski tantangan besar masih membentang di depan.

Sentuhan Personal dalam Paket Kebersihan

​Program tanggap darurat (Emergency Response) yang sedang berjalan di Aceh memberikan perhatian khusus pada manajemen kebersihan diri. Uniknya, bantuan ini dirancang spesifik gender seperti : 

Paket Pria, berisi perlengkapan dasar seperti handuk, sabun, dan pakaian dalam. Sementara paket Wanita Selain kebutuhan dasar, tersedia juga pembalut dan plastik pembuangan khusus agar kebersihan lingkungan tetap terjaga dan limbah tidak dibuang sembarangan.

Sulaiman menjelaskan, ​meski terlihat sederhana, bagi warga madrasah yang terdampak, perhatian pada detail kecil inilah yang membantu mereka bertahan di tengah situasi sulit.

Dokumen Istimewa 

Harapan yang Terbentur Keterbatasan

​Namun, di balik apresiasi tersebut, terselip sebuah harapan besar yang belum sepenuhnya terpenuhi. 

Sementara itu, Tatin Sulaiha, Er Officer dari Respon Emergency,  mengatakan, Saat ini, program baru menjangkau tiga sekolah—dua SD di Kecamatan Lapang dan satu MTsN 2 Aceh Utara  di Dewantara.

​"Harapan kami, program ini terus dilanjutkan dan menjangkau seluruh madrasah yang terdampak," ungkapnya. 

Dia mengatakan, pihaknya menerima usulan dari Kepala Madrasah MTsN 2 untuk di sampaikan kepada atasannya. Tantangan terbesarnya adalah kebutuhan akan 20.000 buku pelajaran.

​Investasi Ilmu: "Hingga Turun ke Adiknya"

​Buku dianggap sebagai instrumen "pembangunan" yang paling berdampak jangka panjang. Berbeda dengan bantuan fisik lainnya, buku memiliki nilai keberlanjutan yang tinggi.

​"Buku ini dampaknya langsung untuk anak-anak. Bisa dipakai belajar sekarang, dan setelah selesai, bisa diwariskan untuk adik-adiknya nanti," tutur  Tatin Sulaiha. 

Sementara  Kepala MTsN 2 menekankan pentingnya bantuan literasi. Mengingat sifat program yang bersifat membangun dan melibatkan kebijakan anggaran yang lebih besar ke depannya, segala bentuk informasi dan koordinasi  akan disaring secara resmi melalui bagian Comms (Communications) atau Humas lembaga terkait. 

Hal ini bertujuan agar data dan aspirasi yang disampaikan tetap akurat dan tepat sasaran. Warga madrasah ​ berharap agar ke depannya, anggaran bantuan dapat ditingkatkan demi melayani lebih banyak sekolah di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Karena pada akhirnya, pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana melanda. Ujar Sulaiman di akhir pembicaraan. (PS | IMAM)

Komentar Anda

Terkini: