POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Suasana duka menyelimuti keluarga besar Panuturan Sihotang atas berpulangnya putra tercinta, Adhitya Eko Sihotang. Kabar duka ini tidak hanya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, tetapi juga dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, mengingat Bapak Panuturan Sihotang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab).
Sebagai bentuk kepedulian dan empati, Bupati Humbang Hasundutan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten hadir langsung melayat ke rumah duka yang berlokasi di Pagar Batu, Desa Siambaton Julu, Kecamatan Pakkat. Kehadiran tersebut menjadi simbol nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi duka yang mendalam.
Setibanya di rumah duka, Bupati beserta rombongan disambut oleh keluarga dan masyarakat sekitar yang turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Dalam suasana haru, Bupati menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan, seraya memberikan penguatan moril agar tetap tabah menghadapi cobaan ini.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Bupati dengan penuh empati.
Lebih lanjut disampaikan, kehadiran pemerintah daerah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata rasa kebersamaan dan solidaritas, terutama kepada ASN dan keluarga besar pemerintah daerah yang sedang mengalami musibah. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Pemkab juga turut mendoakan almarhum agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta segala kesalahan semasa hidupnya diampuni. Doa bersama yang dipanjatkan di rumah duka menjadi momen penuh makna, memperlihatkan kuatnya ikatan sosial antara pemerintah dan masyarakat.
Kepergian almarhum Adhitya Eko Sihotang di usia yang relatif muda menjadi pengingat bagi semua pihak akan keterbatasan hidup manusia. Namun di balik duka, tersimpan harapan agar keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan terus melangkah ke depan dengan iman dan pengharapan kepada Tuhan.
Masyarakat sekitar juga tampak hadir silih berganti untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga. Hal ini mencerminkan nilai kebersamaan dan solidaritas sosial yang masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat Humbang Hasundutan.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhum serta memberikan dukungan dan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan, agar mampu melewati masa sulit ini dengan tabah. (PS/B.Nababan)
