POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Progres pekerjaan tanggap darurat penanggulangan bencana berupa pembangunan bronjong di wilayah Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera I bersama PT Hutama Karya, hingga saat ini telah mencapai 75 persen.
Pekerjaan tersebut terus dikebut sebagai langkah mitigasi untuk melindungi kawasan permukiman masyarakat dari ancaman abrasi dan luapan sungai yang kerap terjadi saat debit air meningkat.
Pihak Hutama Karya melalui Hutama menyampaikan bahwa proses pengerjaan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan, dengan target penyelesaian seluruh sisa pekerjaan pada akhir bulan Mei mendatang.
“Untuk progres pekerjaan sampai dengan saat ini sudah mencapai 75 persen. Kami terus memaksimalkan pengerjaan di lapangan agar seluruh sisa pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu pada akhir bulan Mei,” ujar Hutama.
Ia menegaskan bahwa pekerjaan tanggap darurat ini tetap mengedepankan kualitas.
“Meski ini merupakan pekerjaan tanggap darurat penanggulangan bencana, kami tetap berkomitmen menjaga kualitas dan kerapian pekerjaan, karena proyek ini menyangkut keselamatan serta kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.
Keberadaan proyek tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Ketambe, Mahmudin, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembangunan bronjong di wilayah mereka.
“Kami merasa senang dengan adanya proyek bronjong di wilayah kami. Sejauh yang kami lihat, proyek tersebut dikerjakan sangat rapi dan bagus,” ujarnya kepada poskotasumatra.com, Kamis (30/04/2026).
Menurutnya, pembangunan bronjong tersebut kini mulai memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Dengan adanya proyek ini, kami tidak lagi merasa terlalu khawatir dengan datangnya air sungai yang besar, yang sewaktu-waktu bisa menerjang pemukiman kami. Kami banyak-banyak mengucapkan terima kasih kepada pihak HK,” ungkap Mahmudin.
Masyarakat berharap pekerjaan ini dapat segera rampung sesuai target, sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal bagi kawasan permukiman warga di Kecamatan Ketambe dari ancaman luapan sungai di masa mendatang. (PS/ASP)

