Dari Luka Bencana Menuju Harapan Baru: Padat Karya dan TKM Jadi Jalan Bangkit Warga Tano Tombangan Angkola

/ Rabu, 01 April 2026 / 12.42.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN — Di tengah jejak luka pascabencana yang masih terasa, secercah harapan tumbuh di Aula Kantor Camat Tano Tombangan Angkola, Rabu (1/4/2026). Pemerintah kecamatan bersama Yayasan Ahyana Tambu Tua Manik menggelar sosialisasi program padat karya dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM), menghadirkan bukan sekadar program, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit secara ekonomi.


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Tano Tombangan Angkola, Indra Sakti Siregar, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tapanuli Selatan, serta para kepala desa, lurah, dan operator desa. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa pemulihan pascabencana tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kebersamaan dan kepedulian lintas pihak.

Di antara para peserta, tampak wajah-wajah penuh harap. Mereka adalah warga yang terdampak bencana, yang kini berusaha menata kembali kehidupan. Program padat karya hadir sebagai solusi nyata, membuka peluang kerja langsung bagi masyarakat lokal melalui kegiatan produktif. Bagi banyak warga, ini bukan hanya soal pekerjaan, tetapi tentang mengembalikan rasa percaya diri dan martabat setelah masa sulit.


Lebih dari itu, program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) memberikan pendekatan yang lebih personal dan berkelanjutan. Melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha, masyarakat didorong untuk berdiri di atas kaki sendiri.


 Yayasan Ahyana Tambu Tua Manik menekankan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang, asalkan diberi ruang, dukungan, dan akses yang tepat.

Perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tapanuli Selatan  Baktiar Simamora menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak. Pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat harus berjalan beriringan, memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.


Dalam arahannya, Camat Indra Sakti Siregar menyampaikan pesan yang hangat namun tegas. Ia mengingatkan bahwa aparatur desa memiliki peran penting sebagai penghubung antara program dan masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, serta kepekaan terhadap kondisi warga menjadi kunci agar program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga berhasil dan tepat sasaran.

Pada akhirnya, sosialisasi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian ekonomi. Dari reruntuhan harapan akibat bencana, kini tumbuh semangat baru. Program padat karya dan TKM menjadi jembatan bagi masyarakat Tano Tombangan Angkola untuk bangkit, melangkah perlahan, dan kembali menatap masa depan dengan optimisme.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: