POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL – Program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh PLTA Batangtoru menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas keterampilan warga berbasis potensi lokal. Melalui pendekatan pelatihan vokasional, peserta binaan secara bertahap mengembangkan keterampilan menjahit sebagai kompetensi produktif yang adaptif terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada transfer keterampilan teknis, tetapi juga mengintegrasikan pembentukan karakter mandiri dan daya saing.
Secara metodologis, pelatihan menjahit yang diterapkan mengacu pada prinsip experiential learning, yakni pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik produksi. Tahapan pembelajaran mencakup pengenalan alat dan bahan, penguasaan teknik dasar menjahit, hingga eksplorasi desain sederhana. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus, ketelitian, serta kemampuan problem solving dalam proses produksi.
Perkembangan program mulai menunjukkan dampak yang terukur. Sejumlah peserta telah mampu menghasilkan produk fungsional seperti pakaian rumah tangga, tas kain, hingga perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Produk-produk tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga mulai dipasarkan secara terbatas di lingkungan sekitar. Transformasi ini mencerminkan pergeseran dari aktivitas pembelajaran menuju aktivitas ekonomi produktif yang bernilai tambah.
Dalam perspektif ekonomi mikro, keterampilan menjahit memberikan peluang diversifikasi pendapatan rumah tangga. Usaha berbasis keterampilan ini relatif fleksibel dan dapat dijalankan dari rumah, sehingga sangat relevan bagi kelompok ibu rumah tangga. Dengan kebutuhan modal yang relatif rendah dan potensi pasar yang stabil, sektor ini menjadi alternatif strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Supervisor Bidang Sosial PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Jamal Harahap, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat harus berorientasi pada penguatan potensi lokal agar mampu memberikan dampak jangka panjang.“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari output kegiatan, tetapi dari perubahan kualitas hidup masyarakat secara nyata,” ujarnya.
Lebih lanjut, implementasi program ini sejalan dengan konsep community development (Comdev) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan. Keterlibatan peserta sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi menciptakan rasa memiliki (sense of ownership) yang kuat. Hal ini menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan program serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkesinambungan.
Langkah kecil yang dimulai dari pelatihan menjahit kini berkembang menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat di sekitar PLTA Batangtoru. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, keterampilan yang tumbuh di tangan para peserta binaan diharapkan mampu menjadi fondasi kemandirian ekonomi. Program ini menjadi bukti bahwa intervensi sosial yang terarah dan berbasis kebutuhan mampu membuka jalan menuju kesejahteraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (PS/BERMAWI)


