POSKOTASUMATERA.COM - Asahan - Komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan dalam meningkatkan mutu pendidikan tidak sekadar wacana.
Hal ini dibuktikan melalui langkah konkret Kepala Dinas Pendidikan Asahan, Musa Al Bakri, yang turun langsung melakukan monitoring ke satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Aek Kuasan, Sabtu (18/4/2026).
Dua sekolah yang menjadi sasaran peninjauan adalah SDN 015930 Alang Bonbon dan SDN 014652 Alang Bonbon.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan pengawasan menyeluruh terhadap aspek fundamental yang menentukan kualitas pendidikan.
Dalam monitoring tersebut, terdapat sejumlah fokus utama yang menjadi perhatian, yakni proses pembelajaran di kelas, kebersihan lingkungan sekolah, kondisi fasilitas sanitasi seperti toilet, serta tingkat kehadiran kepala sekolah dan para guru.
Langkah ini dinilai strategis karena menyentuh langsung persoalan mendasar yang kerap memengaruhi kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Guru :
Musa Al Bakri menekankan, bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kedisiplinan dan profesionalisme tenaga pendidik.
Kehadiran guru secara konsisten serta keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar menjadi indikator utama yang tidak bisa ditawar.
Menurutnya, pengawasan langsung seperti ini penting untuk memastikan tidak ada celah dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
“Monitoring ini menjadi bagian dari upaya memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan sesuai standar. Disiplin dan tanggung jawab seluruh elemen sekolah harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Lingkungan Sekolah Jadi Sorotan :
Selain aspek akademik, kondisi lingkungan sekolah juga menjadi perhatian serius. Kebersihan halaman, ruang kelas, hingga fasilitas toilet dinilai berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan kesehatan siswa.
Sekolah yang bersih dan tertata tidak hanya mendukung konsentrasi belajar, tetapi juga membentuk karakter siswa dalam menjaga lingkungan sejak dini.
Temuan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan untuk menentukan langkah pembinaan lanjutan, termasuk perbaikan fasilitas jika diperlukan.
Monitoring Sebagai Alat Evaluasi Nyata :
Ia menambahkan, kegiatan monitoring ini sekaligus menjadi instrumen evaluasi langsung terhadap implementasi kebijakan pendidikan di tingkat sekolah.
"Dengan turun ke lapangan, Dinas Pendidikan dapat melihat kondisi riil, bukan sekadar laporan administratif, " terangnya
Langkah ini juga mengirimkan pesan tegas kepada seluruh satuan pendidikan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
Dorongan Kolaborasi Semua Pihak :
Musa berharap, upaya peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran aktif kepala sekolah, guru, siswa, hingga masyarakat sekitar sangat dibutuhkan.
Kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sekolah, meningkatkan disiplin, serta menjalankan proses belajar mengajar secara profesional menjadi kunci keberhasilan.
"Monitoring ini diharapkan mampu memacu semangat seluruh pihak untuk terus berbenah dan meningkatkan standar pendidikan di Kabupaten Asahan", tutup Musa. (PS/Joko)
