Kolaborasi Berbasis Budaya dan Data: Kacabdisdik Wilayah XI Sambut Komisi E DPRD Sumut dengan Harmoni Edukasi

/ Kamis, 16 April 2026 / 14.59.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-PADANGSIDIMPUAN – Kunjungan kerja Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI yang digelar di aula SMK Negeri 1 Padangsidimpuan, Kamis (16/4/2026), menjadi momentum strategis dalam memperkuat tata kelola pendidikan berbasis kolaborasi dan data. Kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menghadirkan forum dialog ilmiah antara pemangku kebijakan dan pelaksana pendidikan untuk merumuskan solusi berbasis evidensi terhadap berbagai tantangan di lapangan.


Rombongan Komisi E disambut langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Provinsi Sumatera Utara, Dr. Tetti Maharani Pulungan, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran dan Kepala Sekolah Di Wilayah Padangsidimpuan Dan Tapannuli Selatan. Penyambutan berlangsung hangat dan sarat makna melalui pertunjukan tari tradisional oleh siswa-siswi SMAN 1 Padangsidimpuan di bawah binaan Kepala Sekolah Cherry Susandi Simanungkalit, S.Pd. 


Atraksi budaya ini mencerminkan integrasi pendidikan karakter, pelestarian kearifan lokal, serta penguatan identitas budaya dalam ekosistem pembelajaran yang holistik.


Dalam paparannya, Dr. Tetti menjelaskan bahwa wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI mencakup tiga daerah, yakni Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Kota Padangsidimpuan. Secara keseluruhan terdapat 112 satuan pendidikan yang terdiri atas 74 sekolah negeri, 38 sekolah swasta, serta 5 Sekolah Luar Biasa (SLB). Ia menekankan bahwa pendekatan kolaboratif lintas sektor dan pemanfaatan data pendidikan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.


Lebih lanjut, pemanfaatan aset daerah seperti aula SMK Negeri 1 Padangsidimpuan dinilai telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), meskipun optimalisasinya masih perlu ditingkatkan. Selain itu, program revitalisasi pada empat SMK—SMK Negeri 1 Batang Natal, SMK Negeri 1 Natal, SMK Negeri 1 Batang Toru, dan SMK Negeri 2 Batang Toru—menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan vokasional agar selaras dengan kebutuhan dunia industri dan kerja.


Dalam forum tersebut juga disampaikan praktik baik dari satuan pendidikan. Salah satu kepala sekolah inspiratif, Salamat Siregar, S.Pd., M.Si., dari SMAN 1 Angkola Barat, dinilai berhasil mengembangkan sistem sekolah digital secara berkelanjutan selama tiga tahun terakhir. Seluruh aktivitas pembelajaran dan manajerial telah terdokumentasi secara digital, mencerminkan implementasi transformasi pendidikan berbasis teknologi yang akuntabel dan transparan.


Ketua rombongan Komisi E DPRD Sumatera Utara, Hendra Cipta, bersama anggota, menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan menyerap aspirasi langsung dari satuan pendidikan. Ia menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kepala sekolah dalam menjalankan tugas, mengingat kompleksitas tanggung jawab administratif dan akademik yang semakin meningkat di era transformasi pendidikan.


Dalam sesi dialog, sejumlah persoalan faktual mengemuka. Kepala SMAN 1 Angkola Barat, Salamat Siregar, mengungkapkan bahwa meskipun transformasi digital telah berjalan sejak 2020, kebutuhan rehabilitasi infrastruktur masih mendesak, terutama perbaikan atap sekolah yang belum pernah diperbarui. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses pembelajaran jika tidak segera ditangani.


Permasalahan serupa juga disampaikan oleh Kepala SMAN 9 Padangsidimpuan, Husnil Siregar, S.Ag., yang menyoroti keterbatasan akses listrik serta infrastruktur jalan menuju sekolah. Jalan yang masih berstatus hibah masyarakat menjadi tantangan dalam menjamin aksesibilitas pendidikan. Kendala ini juga dialami oleh sekolah di wilayah lain seperti SMAN 1 Saipar Dolok Hole dan SMAN 1 Arse, terutama saat musim hujan yang memperburuk kondisi jalan dan menghambat mobilitas warga sekolah.


Seluruh aspirasi yang disampaikan dicatat secara komprehensif oleh Komisi E DPRD Sumatera Utara sebagai bahan formulasi kebijakan ke depan. Fokus perhatian diarahkan pada peningkatan kesejahteraan guru PPPK paruh waktu, penguatan program unggulan daerah, serta percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan.


Kunjungan Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara ditandai pemberian cendramata Oleh  DPRD Sumatera Utara kepada Kacabdisdik Wilayah XI Provsu Dr.Tetti Mahrani Pulungan S.Pd M.Pd disaksikan Kepala Sekolah dan hadirin di aula SMK N 1 Padangsidimluan


Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Kepala SMKN 1 Marancar, Afwan Tarihoran, M.Pd., sebagai refleksi harapan bersama dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Sumatera Utara.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: