POSKOTASUMATERA.COM-MADINA
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat siang, Salam sejahtera bagi kita semua,
Horas... Horas... Horas...
Yang Terhormat,
Ketua Sidang, Sekretaris Sidang, Tim Promotor, Tim Penguji, serta seluruh Sivitas Akademika Universitas Negeri Medan yang saya muliakan.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pada hari ini saya dapat menyelesaikan tugas akademik tertinggi dalam perjalanan intelektual saya. Sholawat beriring salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang saya muliakan,
Disertasi yang saya pertahankan hari ini, yang berjudul ."Pengembangan Model Kepemimpinan Partisipatif dengan Integrasi Budaya Etnik Mandailing untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi Guru,"* lahir dari sebuah kegelisahan mendalam terhadap realitas pendidikan di tanah kelahiran saya, Kabupaten Mandailing Natal.
Kita menyaksikan tantangan literasi yang luar biasa besar. Skor PISA yang menurun dan indeks aktivitas literasi yang masih rendah menjadi alarm bagi kita semua. Guru, sebagai garda terdepan pendidikan, memerlukan dukungan kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif-birokratis, tetapi kepemimpinan yang menyentuh akar budaya dan nilai kemanusiaan.
Melalui penelitian ini, saya menawarkan sebuah model kepemimpinan yang mengintegrasikan nilai-nilai luhur etnik Mandailing. Filosofi *Dalihan Na Tolu* (Mora, Kahanggi, Anak Boru) yang menekankan harmoni, serta nilai-nilai *Marpokat* (musyawarah), *Mangupa* (motivasi), dan Marsialap Ari (gotong royong), terbukti secara akademik mampu menjadi katalisator dalam meningkatkan kompetensi literasi guru.
Kepemimpinan bukan sekadar instruksi dari atas ke bawah, melainkan sebuah simfoni partisipatif. Dengan mengadopsi budaya lokal, seorang kepala sekolah tidak lagi dipandang sebagai penguasa, melainkan sebagai *fasilitator* yang menggerakkan potensi guru melalui rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif.
Dr.Sulhan Hamid Lubis
Pencapaian gelar Doktor ini bukanlah akhir dari perjalanan. Sebagaimana prinsip hidup yang saya pegang, “Cogito, ergo sum”—Aku berpikir, maka aku ada—maka keberadaan saya sebagai seorang Doktor haruslah memberi makna nyata bagi masyarakat. Saya berkomitmen untuk terus mendedikasikan ilmu ini guna memajukan kualitas pendidikan di SMA Kabupaten Mandailing Natal khususnya, dan Sumatera Utara pada umumnya.
Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada:
1. Universitas Negeri Medan, tempat saya menempa ilmu dan pemikiran.
2. Tim Promotor dan Penguji, yang dengan kesabaran luar biasa telah membimbing dan menguji ketajaman berpikir saya.
3. Kemendikbudristek (sekarang kemendikdasmen) yang telah memberikan kesempatan belajar dengan sponsorship LPDP BPI.
4.Keluarga tercinta*, yang menjadi sumber kekuatan dan doa yang tidak pernah putus.
5. Rekan-rekan kepala sekolah, guru-guru di Mandailing Natal, Pengawas, Cabdis pendidikan wilayah XI Sumatera Utara, Kankemenag Kab Mandailing Natal, Dinas Pendidikan Sumut*, yang menjadi inspirasi nyata bagi lahirnya penelitian ini.
Akhirnya, saya menyadari bahwa ilmu yang saya miliki hanyalah setetes air di tengah samudra pengetahuan milik Allah SWT. Semoga darmabakti ini menjadi amal jariyah dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan manajemen pendidikan di Indonesia.
“Sekali hidup, hiduplah yang berarti.”
*Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Terima kasih. (PS/BERMAWI)



