Hamonangan Harahap MA Kepala SMKN 1 Batangtoru ( kiri ) Saat memgahadiri Kunkuet Komisi E DPRD Provvsu
POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL- Kepala SMKN 1 Batangtoru, Hamonangan Harahap, MA, menyampaikan permintaan strategis kepada Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara terkait rencana perpindahan lokasi sekolah ke kawasan milik PT Perkebunan Nusantara IV di Batangtoru. Permintaan tersebut ditujukan kepada Ketua rombongan Komisi E, Hendra Cipta, agar dapat memfasilitasi pemanfaatan lahan yang dinilai lebih representatif untuk mendukung proses pendidikan vokasional.
Permohonan ini dilatarbelakangi oleh kondisi lahan pertapakan sekolah saat ini yang mengalami gangguan ekologis serius. Banjir yang terjadi pada November 2025 menjadi indikator utama adanya ketidaksesuaian antara karakteristik lahan dengan fungsi pendidikan. Secara ilmiah, kawasan dengan potensi banjir berkala menunjukkan rendahnya kapasitas infiltrasi tanah, sistem drainase yang tidak optimal, serta kerentanan terhadap perubahan hidrologi lingkungan. PT Agincourt Resources ( (ARl ) Pengelola Tambang Emas Batangtoru siap untuk mendanai Pembangunan SMKN 1 Batangtoru," Ujar Hamomangan Harahap.
Dalam konteks pendidikan vokasi, khususnya pada bidang agribisnis dan pertanian, kondisi tersebut menjadi hambatan signifikan. Aktivitas pembelajaran berbasis praktik memerlukan lahan dengan stabilitas tanah yang baik, tingkat kesuburan terjaga, serta keberlanjutan penggunaan jangka panjang. Ketidaksesuaian ekologis ini berpotensi menghambat efektivitas proses pembelajaran sekaligus menurunkan kualitas output kompetensi siswa.
Hamonangan Harahap menegaskan bahwa keberadaan lahan praktik yang memadai merupakan bagian integral dari sistem pembelajaran berbasis kompetensi. Konsep learning by doing yang menjadi fondasi pendidikan vokasi menuntut adanya ruang praktik yang kontekstual dan aplikatif. Tanpa dukungan infrastruktur tersebut, proses transfer keterampilan teknis kepada peserta didik tidak dapat berlangsung secara optimal.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum pertemuan antara pihak sekolah dan Komisi E DPRD Sumatera Utara yang berlangsung di aula SMKN 1 Padangsidimpuan pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI serta sejumlah kepala sekolah kejuruan, yang secara kolektif membahas tantangan dan peluang pengembangan pendidikan vokasi di daerah.
Dalam perspektif pembangunan pendidikan regional, sinergi antara lembaga legislatif, institusi pendidikan, dan sektor industri menjadi sangat krusial. Kolaborasi dengan PTPN IV dinilai mampu memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya pada sektor perkebunan yang menjadi salah satu pilar ekonomi Sumatera Utara.Pendekatan ini juga mendukung penguatan ekosistem pendidikan berbasis industri.
Lebih jauh, pemanfaatan lahan milik PTPN IV dapat menjadi model kemitraan produktif antara BUMN dan lembaga pendidikan. Secara konseptual, hal ini sejalan dengan prinsip link and match, yang menekankan keterkaitan erat antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri. Model ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teoritis, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja.
Di akhir penyampaiannya, Hamonangan Harahap berharap Komisi E DPRD Sumatera Utara dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui kebijakan konkret dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa relokasi sekolah bukan sekadar solusi teknis, melainkan investasi strategis jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi serta daya saing generasi muda di Sumatera Utara.(PS/BERMAWI)
