POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Suasana haru bercampur khidmat menyelimuti pelaksanaan Walimatussafar yang digelar pada Sabtu (25/4/2026) di kediaman Sawal Pane, SE, M.Si bersama istri tercinta, Hotmi Idanesli Rambe, di Jalan Sudirman (eks Merdeka), Gang Bersama, Kelurahan Losung, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Tangis bahagia dan doa yang dipanjatkan para tamu menjadi saksi betapa momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan peristiwa emosional yang mengikat hati keluarga dan masyarakat.
Di tengah pelukan hangat dan jabat tangan yang tak terhitung, Sawal Pane SE,M.Si pasangan calon jamaah haji ini menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar dan masyarakat sekitar. Dengan suara yang bergetar, keduanya mengungkapkan harapan agar perjalanan menuju Tanah Suci berjalan lancar. Momen ini menghadirkan sisi human interest yang kuat—tentang kerendahan hati, keikhlasan, dan kesiapan batin sebelum menunaikan ibadah terbesar dalam kehidupan seorang muslim.
Tradisi Walimatussafar yang dilaksanakan menjadi gambaran nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal hidup berdampingan secara harmonis. Bagi masyarakat, acara ini bukan hanya pelepasan fisik, tetapi juga bentuk dukungan moral dan spiritual yang mempererat hubungan sosial. Kehadiran tetangga, kerabat, hingga tokoh masyarakat mencerminkan kuatnya solidaritas yang tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat.
Mewakili pihak kahanggi, Tamsul Pane dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam agar pasangan tersebut senantiasa menjaga niat dan keikhlasan selama menjalankan ibadah haji. Ia menekankan bahwa haji yang mabrur tidak hanya diukur dari kesempurnaan ritual, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tanah air.
Sementara itu, perwakilan mora, Arpan Rambe, mengingatkan bahwa ibadah haji adalah perjalanan yang menuntut kesiapan lahir dan batin. Menurutnya, kesabaran, ketulusan, serta kepasrahan total kepada Allah SWT menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai ujian selama di Tanah Suci.
Rasa bangga juga disampaikan oleh Arsyad Lubis yang mewakili parsahutoon. Ia menilai keberangkatan Sawal Pane dan istri bukan hanya menjadi kebahagiaan keluarga, tetapi juga kebanggaan bersama masyarakat. Doa yang dipanjatkan secara kolektif menjadi bukti kuatnya dukungan sosial yang mengiringi langkah keduanya menuju ibadah haji.
Diketahui, pasangan ini tergabung dalam Kloter 12 yang dijadwalkan berangkat dari Kota Padangsidimpuan pada Minggu, 3 Mei 2026. Semakin dekatnya waktu keberangkatan membuat suasana acara kian emosional. Para tamu tampak memanfaatkan setiap momen untuk bersalaman, menyampaikan doa, serta memberikan semangat dengan penuh ketulusan.
Dukungan juga datang dari berbagai elemen, termasuk perwakilan KAHMI Tapanuli Selatan, Iwan Maksum Harahap, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan kekuatan iman. Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalankan ibadah haji secara optimal.
Sebagai penutup, tausiah agama yang disampaikan oleh Ustaz H. Hendri Harahap, M.Pd memberikan sentuhan spiritual yang mendalam. Ia menguraikan empat kunci meraih haji mabrur, yakni niat yang tulus karena Allah, peningkatan kualitas ibadah, kejujuran dalam kehidupan, serta kesabaran dalam menghadapi ujian. Melalui rangkaian Walimatussafar ini, tampak jelas bahwa perjalanan haji bukan sekadar perpindahan menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan hati yang sarat makna.
Dari rumah sederhana di sudut Kota Padangsidimpuan, doa-doa tulus mengalir, mengiringi langkah Sawal Pane dan istri menuju sebuah perjalanan suci yang diharapkan membawa pulang keberkahan bagi diri, keluarga, dan masyarakat.
(PS/BERMAWI)

