Sawal Pane Ketua KAHMI Tapsel Bersama Istri Berangkat Haji, Walimatussafar Sarat Nilai Spiritual dan Sosial

/ Sabtu, 25 April 2026 / 15.09.00 WIB

Sawal Pane SE, M.Si  dan Istri  menyalami di  Undangan di Acara Walimatussafar  Di Kediaman Sabtu 24 April 2026

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan Walimatussafar yang digelar pada Sabtu (25/4/2026) di kediaman Sawal Pane, SE, M.Si, di Jalan Sudirman (eks Merdeka), Gang Bersama, Kelurahan Losung, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Acara ini menjadi momentum sakral dalam rangka melepas keberangkatan Ketua KAHMI Tapanuli Selatan yang juga Ketua Komisi C DPRD Tapsel tersebut bersama istri tercinta, Hotmi Idanesli Rambe, sebagai calon jamaah haji menuju Tanah Suci.


Dalam perspektif ilmiah sosial-keagamaan, tradisi Walimatussafar yang dilaksanakan memiliki makna yang lebih dari sekadar seremoni. Tradisi ini merepresentasikan integrasi harmonis antara nilai religiusitas dan kearifan lokal yang tetap bertahan di tengah arus modernisasi. Secara sosiologis, kegiatan ini berfungsi sebagai media internalisasi nilai spiritual sekaligus memperkuat kohesi sosial antaranggota masyarakat.


Momentum ini juga menjadi ruang reflektif bagi Sawal Pane dan istri untuk menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar dan masyarakat (koun kami). Dalam kajian etika keagamaan, praktik tersebut mencerminkan dimensi tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, yang menjadi bagian penting dalam persiapan ibadah haji. Hal ini menegaskan bahwa kesempurnaan ibadah tidak hanya terletak pada ritual, tetapi juga pada kesiapan batin dan hubungan sosial yang harmonis.

Ustazd H. H.Hendri M.Pd  sedang  menyampaikan tausiah 


Turut memberikan tausiah, Ustaz H. Hendri Harahap, M.Pd menyampaikan penguatan spiritual yang komprehensif kepada para hadirin. Ia menjelaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan ilahi untuk mengunjungi Baitullah sebagai pusat spiritual umat Islam, sekaligus momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih bertakwa dan berintegritas.

Dalam pemaparannya, Ustaz Hendri menekankan empat kunci utama dalam meraih haji mabrur, yakni niat yang tulus lillahi ta’ala, peningkatan kualitas ibadah, kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, serta kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian. Secara konseptual, keempat prinsip tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter spiritual seorang muslim yang utuh.


Rangkaian Walimatussafar ini menunjukkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan sebuah proses transformasi holistik yang mencakup dimensi spiritual, sosial, dan psikologis. Tradisi ini juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan tetap relevan dan adaptif dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan bermakna.


Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan makan bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Momen ini semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus menjadi simbol kebersamaan dalam mengiringi langkah Sawal Pane dan istri menuju perjalanan suci yang diharapkan membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan masyarakat luas.(PS/BERMAWI)

Tamu undangan sedang acara makan bersama usai acara selesai 

Komentar Anda

Terkini: