POSKOTASUMATERA.COM-PADANGSIDIMPUAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMKN 3 Padangsidimpuan dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2026. Sekolah kejuruan ini berhasil meraih dua posisi juara pada bidang kompetensi yang berbeda, sekaligus mengantarkan salah satu siswanya melaju ke tingkat nasional. Capaian ini menegaskan peran strategis pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan siap bersaing di era industri berbasis teknologi.
Pada kompetisi tersebut, Muhammad Syahrin berhasil meraih Juara 1 pada bidang IT Network System Administrator. Prestasi ini menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang kuat dalam perancangan, konfigurasi, serta manajemen jaringan komputer, yang menjadi salah satu kebutuhan utama dalam transformasi digital saat ini. Dengan capaian tersebut, ia berhak mewakili Provinsi Sumatera Utara pada LKS tingkat nasional tahun 2026.
Sementara itu, prestasi juga diraih oleh Saidah Nafisah Jambak yang memperoleh Juara 2 pada bidang Fashion Technology. Bidang ini menuntut kemampuan kreatif sekaligus teknis dalam merancang, memproduksi, dan mengembangkan produk busana berbasis tren dan kebutuhan industri. Keberhasilan ini mencerminkan sinergi antara kreativitas dan keterampilan praktis yang menjadi ciri khas pendidikan kejuruan.
Kepala SMKN 3 Padangsidimpuan, Nurmala Hasibuan, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras siswa, dedikasi guru pembimbing, serta dukungan berbagai pihak. Prestasi ini juga menjadi indikator keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Peran guru pembimbing turut menjadi faktor kunci dalam pencapaian ini. Farhan Hidayat dan May Sarah sebagai pembimbing telah memberikan pendampingan intensif, mulai dari penguatan konsep hingga simulasi kompetisi. Pendekatan pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapan siswa menghadapi kompetisi berstandar tinggi.
Selain itu, dukungan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan potensi siswa. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemangku kepentingan menjadi elemen penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif dan berdaya saing.
Keberhasilan SMKN 3 Padangsidimpuan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis keterampilan. Dengan melaju ke tingkat nasional, harapan besar disematkan kepada Muhammad Syahrin untuk kembali mengharumkan nama daerah. Lebih dari sekadar kompetisi, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak generasi profesional yang siap menghadapi tantangan global.(PS/BERMAWI)


