UPI dan UIN SUNA Terapkan Adventure Based Counseling di Aceh Utara

/ Senin, 27 April 2026 / 10.21.00 WIB
Dokumen Istimewa 

POSKOTASUMATERA.COM | ACEH UTARA  -- Tim Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan  BKPI, BKI serta UIN Sultanah Nahrasyiah (SUNA) Lhokseumawe  melaksanakan program pemulihan psikososial (trauma healing) bagi siswa terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara, Senin (21/4/2026). 

Program pemulihan menggunakan model Adventure Based Counseling (ABC) berbasis kearifan lokal, program ini bertujuan meningkatkan resiliensi siswa pascabencana besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025 lalu.

Kegiatan tahap kedua ini difokuskan pada pendampingan psikososial di lingkungan sekolah, tepatnya di SMAN 1 Samudera. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Bimbingan dan Konseling UPI, Tim Aceh Berdaya, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe. 

Berbeda dengan konseling konvensional, metode ABC mengajak siswa melakukan aktivitas edukatif dan reflektif di alam terbuka. Pendekatan ini dirancang untuk membangun kembali rasa aman, kepercayaan diri, serta kemampuan coping (penyesuaian diri) secara sehat.

Pelaksanaan kegiatan ddilakukan melalui empat tahapan utama diantaranya Beginning: Membangun rasa aman dan kebersamaan. Transition: Membantu peserta beradaptasi dan terlibat aktif. Working: Mengembangkan regulasi emosi. Tahap terakkhir Termination: Refleksi dan pemaknaan mendalam atas pengalaman yang didapat.

Dalam implementasinya, 21 siswa perwakilan kelas 10 dan 11 terlibat dalam suasana yang ramah dan partisipatif. Sebanyak 10 mahasiswa relawan dari UIN Sultanah Nahrasyiah berperan sebagai fasilitator utama di lapangan, didampingi oleh dosen dari Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) serta Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

Dokumen Istimewa 

Ketua Tim Pelaksana UPI, Prof. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd., menjelaskan bahwa kehadiran tim UPI berfungsi sebagai pendamping proses secara keseluruhan guna memastikan setiap tahapan berjalan terstruktur dan aman.

“Program ini adalah wujud nyata kontribusi UPI dalam upaya kemanusiaan. Kami ingin memastikan anak-anak usia sekolah di Aceh Utara memiliki ruang aman untuk mengekspresikan emosi pascabencana,” ujar Prof. Nandang.

Bencana banjir pada 29 November 2025 tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi meninggalkan jejak trauma psikologis pada anak-anak. Jika tidak ditangani, hal ini dikhawatirkan dapat menghambat perkembangan emosi dan proses belajar mereka.

Melalui trauma healing tahap kedua ini, para siswa diharapkan mampu mengurangi dampak psikologis secara bertahap dan memperkuat daya lenting (resilience) mereka. Selain itu, program ini menjadi sarana pengembangan kapasitas bagi relawan lokal untuk memberikan pendampingan berkelanjutan di masa depan.

Selain Prof. Nandang Rusmana, tim pelaksana UPI turut melibatkan alumni Ahmad Zaky Firsa dan Adri Mochammad Ihsan, serta tim pendukung administrasi lintas jenjang pendidikan (S1, S2, dan S3) Bimbingan dan Konseling UPI. (DN). (PS | IMAM)

Komentar Anda

Terkini: