POSKORASUMATERA.COM – Asahan | Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Asahan dimaknai sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi narkoba.
Kegiatan yang digelar Sabtu (2/5/2026) di Yayasan Amanah Nusantara Bersinar, rumah rehabilitasi “Amanah”, dihadiri anggota DPR RI Komisi III Dr. Hinca IP Pandjaitan XIII, SH, MH, Wakil Bupati Asahan Rianto, SH, MAP, Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Tatar Nugroho, SIK, SH, MH, Kepala BNNK Asahan, Andrea Retha Zulhelfi, Camat Buntu Pane.
Selain itu hadir juga, Ketua Yayasan Amanah Nusantara Bersinar rumah rehabilitasi, dr. Junaidi Nasution, Ketua Partai Demokrat Asahan, Lela Sari Sinaga dan unsur DPRD Asahan, Wakil Ketua DPRD Asahan Fraksi Demokrat, Joko Panjaitan dan anggota DRPD Tanah Karo serta relawan PINK anti - narkoba.
Dalam sambutannya, Hinca Panjaitan menegaskan, bahwa semangat Hardiknas yang berakar dari perjuangan Ki Hajar Dewantara harus diwujudkan melalui aksi nyata, termasuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
“Persoalan narkoba bukan pekerjaan singkat. Ini perjuangan panjang yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Negara dan BNN tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.
Momentum haru terjadi pada saat dua orang remaja,Damaskus Purba (13) dan Ezi Ginting (14) asal Kabupaten Tanah Karo yang tengah menjalani rehabilitasi narkoba dipertemukan kembali dengan orang tua mereka setelah empat bulan berpisah.
Politikus handal partai Demokrat ini juga menyoroti bahwa di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-80, masih terdapat persoalan mendasar seperti buta huruf, sehingga Hardiknas harus menjadi refleksi sekaligus aksi nyata untuk perbaikan kualitas generasi bangsa.
Sementara itu, Kepala BNNP Sumut, Tatar Nugroho,SIK,SH,MH, menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang merusak masa depan generasi muda.
Ia menyebut Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia, termasuk Kabupaten Asahan dan Kabupaten Tanah Karo.
“Perang terhadap narkoba tidak boleh hanya slogan. Harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong penguatan program pencegahan, seperti “Ananda Bersinar”, yang akan menyasar lingkungan sekolah sebagai langkah deteksi dini.
Wakil Bupati Asahan Rianto, SH,MAP menambahkan, wilayah pesisir Asahan masih menjadi celah masuknya peredaran narkoba.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pemberantasan.
“Pecandu adalah korban yang harus direhabilitasi. Komitmen bersama menjadi kekuatan utama. Kabupaten Asahan tegas menyatakan perang terhadap narkoba,” pungkasnya.
Diketahui, Yayasan Amanah Nusantara Bersinar rumah rehabilitasi Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adaptif (NAPZA) berlokasi di Dusun 1 A Gang Murni Sei Silau Timur Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan. Sejak berdiri, rumah panti rehabilitisi ini sudah merehab ribuan pasien korban penggunaan narkoba. (PS/Joko)
