Gelombang AKBAR di Hari Buruh: Suara Rakyat Menggema, di Jantung Kota Medan

/ Jumat, 01 Mei 2026 / 16.38.00 WIB
POSKOTASUMATERA.COM-Medan, 1 Mei 2026 - Ratusan massa yang tergabung dalam Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) sore. Aksi tersebut berlangsung di pusat Kota Medan, tepatnya di Jalan Balai Kota, dan sempat melumpuhkan arus lalu lintas akibat penutupan jalan oleh massa.

Pantauan di lapangan menunjukkan beragam elemen masyarakat turut ambil bagian dalam aksi ini. Mulai dari pekerja perkebunan, buruh pabrik, asisten rumah tangga, hingga mahasiswa, seluruhnya bersatu menyuarakan keresahan yang selama ini mereka rasakan. Mereka membawa spanduk, poster tuntutan, serta berorasi secara bergantian dari atas mobil komando.

Aksi ini tidak sekadar seremonial peringatan Hari Buruh, melainkan menjadi simbol akumulasi kekecewaan terhadap kondisi ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak pada rakyat kecil. Dalam orasinya, massa menuntut perubahan nyata dari pemerintah, terutama dalam hal kesejahteraan pekerja.


Salah satu orator, Alim, dengan suara lantang menyampaikan tuntutan utama aksi tersebut.

“Kami menuntut pemerintah agar mewujudkan upah yang layak terhadap pekerja, dan memastikan sistem kerja yang manusiawi. Buruh bukan alat produksi semata, kami manusia yang berhak hidup layak,” teriaknya disambut sorak massa.

Selain isu upah, massa juga mengangkat persoalan pendidikan yang dinilai masih belum merata dan belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Mereka menuntut pendidikan gratis, demokratis, ilmiah, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.


Tak hanya itu, AKBAR Sumatera Utara juga mendesak pemerintah untuk memperkuat pengawasan terhadap perusahaan serta memberikan perlindungan maksimal bagi tenaga kerja, khususnya kelompok rentan seperti pekerja rumah tangga.


“Tolak militerisme di ranah sipil, dan kawal implementasi undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga. Negara harus hadir melindungi, bukan justru abai,” tegas Alim dalam lanjutan orasinya.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi. Meski sempat menutup akses jalan utama, demonstrasi berjalan relatif tertib tanpa bentrokan. Namun demikian, tekanan yang disampaikan massa mencerminkan ketegangan sosial yang masih membara di tengah masyarakat pekerja.

Momentum Hari Buruh tahun ini di Medan menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh belum usai. Di tengah pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang terus digaungkan, masih ada suara-suara dari lapisan bawah yang menuntut keadilan, kesejahteraan, dan pengakuan atas hak-hak dasar mereka.

Aksi AKBAR Sumatera UTARA hari ini bukan hanya tentang tuntutan, tetapi juga tentang harapan - bahwa suatu hari nanti, kerja keras para buruh benar-benar dihargai secara layak dan manusiawi.

(PS/M.F/Tim)
Komentar Anda

Terkini: